Indahnya Bercinta Dengan Pria Pujaan - MAJALAH SEKS DEWASA

Breaking

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5fuEp_fJGYLi2M-CGdsOtvUTnnEkPd4kbgSFjRcilgSVCllTXc6spUl3CmyTUR4sySIKcVjh1ephOvX5mNZ62q5kIZgPx7d3zmYHz1CfXy33tvML1i56igFv47uHgLqLRLnYqcytrmlf0/s1600/logo.gif

Kamis, 16 Januari 2020

Indahnya Bercinta Dengan Pria Pujaan

MAJALAHSEKSDEWASA.COM - Saya terletak pas di depan rumah mas Gio dikala ini, tetapi saya masih malu buat masuk ke dalam. Dari dalam mobil saya memandang terdapat mobil yang terparkir pula di tamannya serta saya percaya jika itu mobil Via tunangannya, saya menghela napas panjang. Apa yang wajib saya jalani saat ini, pagi tadi saya melaporkan perasaanku pada mas Gio. Laki- laki yang bekerja satu kantor denganku.

Sesungguhnya saya telah mencintainya jauh saat sebelum ia memutuskan buat bertunangan dengan wanita yang baru 2 bulan jadi pacarnya. Saya ketahui jika mas Gio memanglah beda dengan laki- laki lain, yang cuma mau berhubungan seksual dengan pendampingnya semacam halnya dalam cerita sex yang dikala ini gempar terjalin. Baik di dalam ruangan ataupun di tempat universal sekalipun.

Saya Dewi seseorang perempuan yang telah lumayan matang di usiaku yang tiba 27 tahun, tetapi sepanjang ini saya belum sempat berhubungan dengan seseorang laki- laki. Terlebih buat melaksanakan adegan seperti dalam cerita sex, bukan sebab tampangku ataupun gimana tetapi sebab kesibukanku bagaikan perempuan karir. Serta sepanjang ini pula saya tertarik pada mas Gio sahabat satu kantor yang 2 tahun lebih tua dariku.

Sesungguhnya mas Gio merupakan laki- laki yang ialah seniorku di industri ini, serta ia sempat pula dekat denganku. Tetapi sebab sikapku dingin kesimpulannya diapun menghindariku secara lama- lama, ia tidak sempat ketahui jika sesungguhnya saya pula mencintainya. Seketika lamunanku terhenti kala kaca mobilku terdapat yang mengetuknya? Dew.. ingin masuk apa tidak?? Tanya mas Gio dari luar jendela mobil.

Saya tersentak kaget kemudian saya buka jendela mobil? Iya mas.. ini Dewi hanya mo nganter fail yang wajib mas Gio kerjakan? Ia menatapku kemudian membuka pintu mobilku? Mari Dewi saya ketahui kalian bukan cuma mau mengantar ini kan..? Ia menarik tanganku, akupun turut masuk ke dalam rumahnya warnanya mobil tunangannya tadi telah tidak terdapat. Bisa jadi sebab itu pula mas Gio ketahui saya terletak di luar.

? Ingin minum apa Wik.. soalnya di rumah lagi tidak terdapat orang jadi saya yang hendak buatkan minuman buat kalian..? Kata mas Gio dengan santainya diapun mengarah ke dapurnya, serta saya cuma dapat duduk di ruang tamunya sembari memandang gambar keluarga mas Gio di bilik ruangan itu. Serta tidak lama setelah itu mas Gio tiba dengan bawa minuman serta ia hidangkan didepanku.

Kamipun mengobrol agak lama mulai dari mangulas pekerjaan hingga kesimpulannya hingga pula di pembicaraan menimpa statment isi hatiku padanya tadi pagi? Maaf Dewi.. saya betul- betul merasa kaget mendengar kalian bilang perihal itu padaku..? Diapun melanjtkannya kembali? Sesungguhnya dari dahulu saya telah menyukaimu tetapi saya amati kalian begitu dingin padaku sebab itu??.

Saat sebelum ia melanjutkan kata- katanya saya dengan sigap langsung memeluknya, malah saya berani mendekap erat badan mas Gio. Tetapi semacam biasa saya tidak berkata suatu sepatah katapun yang terdapat cuma menangis serta menangis, sampai- sampai saya sesenggukan sampai mas Gio mengatakan? Telah Dewi.. kalian jangan nangis gitu..? Ia belai rambutku dengan lembut.

Sampai kesimpulannya mas Gio lama- lama tetapi tentu mendaratkan ciumannya pada pipiku, serta saya yang telah lama memendam perihal itu sekejap menutup mataku. Bagaikan pri berusia mas Giopun paham jika saya menginginkan lebih, dengan lembut ia daratkan bibirnya pada bibirku yang sedari tadi mengingnkan perihal itu kemudian kamipun melumat bibir kami dengan penuh gairah.

Walaupun belum sempat mempunyai cerita sex dengan laki- laki lain akupun tidak diam begitu saja, dengan lihai saya mengulum bibir mas Gio serta saya sendiri yang mendesah saking menikmatinya? UUuuuhhhh?.. aaaaaahhhh? eeeeeuuuuuuaaaaccchhhh?.. aaaahhhh? aaaaaahhhhh? maaas? aaahhhhhhh?? Tanganku melingkar di leher mas Gio apalagi saya belai lembut rambut serta pundaknya.

Bisa jadi sebab telah terangsang dengan sentuhan- sentuhanku mas Gio membopong tubuhku masuk ke kamarnya. Serta anehnya saya diam saja malah saya menantikan perihal berikutnya terjalin? sehabis hingga di dalam kamarnya mas Gio merendahkan tubuhku, saya yang masih berdiri dengan sedikit kaku. Setelah itu bagian dadaku di sentuh dengan lembut oleh mas Gio ia remas kemudian ia pilin dengan lembut.

Akupun kembali mendesah serta menggelinjang, terlebih ini baru awal kali saya di senyuh oleh laki- laki. Kala tangan mas Gio berupaya melepas bajuku akupun membantunya pula sehingga dengan jelas cuma terlihat celana dalamku yang bercorak merah maron. Sebaliknya yang lain telah bisa dilepas oleh mas Gio, saat ini ia memandang badan mulusku serta saya menatapnya dengan penuh nafsu.

Setelah itu mas Gio merebahkan tubuhku di atas tempat tidurnya? Dewi.. apa kalian tidak hendak menyesal melaksanakan ini bersamakku?? Mas Gio masih pernah menanyakan perihal itu padaku, saya yang telah di memenuhi dengan nafsu menganggukan kepala seperti anak kecil serta dengan kilat mas Gio melepas celananya mendadak pula kontolnya yang besar serta seolah mengacung ia arahkan pada memekku.

Saya yang baru awal kali melaksanakan adegan seperti cerita sex ini, cuma berupaya melebarkan pahaku. Serta benar saja kontol mas Gio langsung menancap di lubang memekku? Ooouuuhhh? maaas? pelaaaan? saaakiiiit?. aaaaahhhhhhh?. uuuuuuuhhhh?? Mas Gio menyudahi sejenak kemudian ia lama- lama mulai menggerakan pantatnya serta dikala itu pula saya merasakan kenikmatannya.

Saat ini saya tidak lagi meringis kesakitan tetapi kenikmatan luar biasa yang saya rasakan? Oooouuhh? aaaaahhhhh?. aaaahhhh? aaaaahhhh? aaaaahhhh?. maaaaass? aaahhhh? aaaaaahhhh..? Nikmatnya tiap gerakan yang dicoba mas Gio di atas tubuhku apalagi saya cuma menatapnya dari dasar, sembari mengelus punggung dan pinggul mas Gio yang terus bergoyang.

Mas Giopun mengerang kenikmatan pula? Ooouuhhh.. Dewiiii?.. aaaahhhhh? aaaaaahhhh? maaas? gaaak? kuaaat laaagi? saaayaaaanag?. aaaaahhhhhhh? aaahhh? Mendadak saya merasakan jika kontol mas Gio seolah bergerak didalam kemaluanku serta membebaskan suatu yang begitu hangat saya rasakan di selangkanganku serta saya amati gerakan badan mas Gio mulai melemah.

Saya ketahui jika dikala itu ia telah menggapai klimaks, sebaliknya saya tidak ketahui kapan saya menikmati puncak sesungguhnya sebab berulang kali saya merasakan kenikmatan tiada tara? Sayaaang? kalian puas..? Tanya mas Gio sembari memeluk tubuhku? Ya.. maaas? terima kasih..? Jawabku dengan penuh kemesraan apalagi saya kecup bibirnya yang mulai basah dengan badannya.

Hingga menjelang malam saya terletak di rumah mas Gio serta kesimpulannya kembali sehabis terdapat keluarga mas Gio tiba, keesokan harinya saya berangkat ke kantor dengan wajah berseri apalagi saya mau cepat- cepat hingga. Telah tidak tabah mau memandang laki- laki pujaanku sebab nyaris semalaman saya tidak bisa memejamkan mata memikirkan apa yang sudah saya jalani dengan mas Gio, laki- laki yang sepanjang ini jadi pujaanku.

Belum hingga di kantor saya telah di hadapkan panorama alam yang tidak menggunakan didepan kantor. Mas Gio di antar oleh tuangannya malah mereka silih berciuman saat sebelum kesimpulannya tunangan mas Gio berangkat dengan mobilnya, saya menatapnya penuh cemburu tetapi saya siuman jika ia memanglah telah kepunyaan perempuan lain tetapi senantiasa saja mata ini menangis memandang perihal itu, sampai- sampai saya tidak siuman jika mas Gio memandang ke arahku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Corgi