Ibu Halimah Pemilik Kos - MAJALAH SEKS DEWASA

Breaking

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5fuEp_fJGYLi2M-CGdsOtvUTnnEkPd4kbgSFjRcilgSVCllTXc6spUl3CmyTUR4sySIKcVjh1ephOvX5mNZ62q5kIZgPx7d3zmYHz1CfXy33tvML1i56igFv47uHgLqLRLnYqcytrmlf0/s1600/logo.gif

Jumat, 17 Januari 2020

Ibu Halimah Pemilik Kos

MAJALAHSEKSDEWASA.COM - Pagi itu saya tengah padat jadwal membenahi kamarku. Suatu kamar kontrakan yang baru kutempati semenjak sebulan kemudian. Maklum, kamar berdimensi 3? 4 m itu berdinding papan serta terletak di bagian balik rumah berdekatan dengan kamar mandi.

Terlebih papannya telah banyak yang renggang serta berlubang sampai apabila malam datang, angin menerobos masuk serta menebarkan hawa dingin menusuk tulang. Cuma bagiku, memperoleh kamar kost dengan keadaan semacam itu juga ialah anugerah tertentu. Tadinya saya hampir patah semangat kala mengalami harga sewaan kamar yang rata- rata sangat mahal serta tidak terjangkau di kota tempatku kuliah di suatu PTN.

Sampai kala Bu Halimah owner warung makan simpel menawariku buat tinggal di tempatnya dengan harga sewa yang murah saya langsung menyetujuinya. Oh ya, Bu Halimah, bunda kostku itu merupakan seseorang janda berumur dekat 45 tahun. Semenjak kematian suaminya 7 tahun kemudian, dia tinggal bersama gadis tunggalnya Nastiti. Dia masih sekolah, kelas 2 di suatu SMTA di kota itu.

Mereka hidup dari usaha warung makan simpel yang dikelola Bu Halimah dibantu Yu Narsih, seseorang perempuan tetangganya. Yu Narsih cuma menolong di rumah itu semenjak pagi sampai petang sehabis warung makan ditutup. Pembawaan keseharian Bu Halimah nampak sangat santun. Dia senantiasa menggunakan busana terusan panjang paling utama apabila tampak di luar rumah ataupun lagi melayani pembeli di warungnya.

Sampai kendati berstatus janda dengan wajah cukup menawan, tidak terdapat pria yang berani iseng ataupun menggoda.? Terdapat memanglah pria yang memohon bunda buat jadi istrinya. Namun bunda cuma mau membesarkan Nastiti hingga dia berumah tangga. Terlebih sangat susah mencari pengganti pria semacam bapak Nastiti almarhum,? katanya sesuatu kala saya berkesempatan berbincang dengannya di sesuatu peluang.

Di tengah kesibukanku membetulkan bilik kamar, seketika kudengar suara pintu kamar mandi dibuka. Kemudian tidak lama berselang kudengar suara pancaran air yang menyemprot kencang dari kamar mandi. Sementara itu di situ tidak terdapat kran air yang membolehkan memunculkan bunyi seragam. Hingga bersamaan dengan rasa mau ketahui yang timbul seketika, saya lekas mencari celah lubang di bilik yang berdekatan dengan kamar mandi buat dapat mengintipnya.

Ah, nyatanya yang terdapat di kamar mandi merupakan Bu Halimah. Perempuan itu tengah berkemih sembari berjongkok. Bisa jadi dia sangat kebelet berkemih sampai begitu berjongkok semprotan air yang keluar dari kemaluannya memunculkan suara berdesir yang lumayan kencang hingga ke telingaku. Saya jadi tersenyum simpul memandang realitas itu. Sebelumnya saya tidak bernazar melanjutkan buat mengintip. Tetapi kala pernah kulihat pantat besar Bu Halimah yang membulat, naluriku bagaikan pria berusia jadi terpikat.

Posisi jongkok Bu Halimah memanglah membelakangiku. Tetapi sebab dia menarik tinggi- tinggi daster yang dikenakannya, saya bisa memandang pantat serta pinggulnya. Ah, perempuan berkulit kuning itu nyatanya belum banyak kehabisan energi pikatnya bagaikan perempuan. Hingga kesimpulannya saya memutuskan buat terus mengintip, memandang adegan lanjutan yang dicoba bunda kostku di kamar mandi yang nyatanya membuat tubuhku panas dingin dibuatnya.

Betapa tidak, sehabis berakhir berkemih, Bu Halimah langsung mencopot dasternya buat digantungkannya pada suatu tempat gantungan yang ada. Nampak dia telanjang bundar sebab dibalik dasternya dia tidak menggunakan celana dalam ataupun kutangnya. Jadilah saya dapat menikmati segala keelokan lekuk- liku badannya. Bongkahan pantatnya nampak sangat besar kendati wujudnya sudah agak menggantung.

Sejoli buah dadanya yang pula telah agak menggantung, ukurannya pula terkategori besar dengan dihiasi sejoli pentilnya yang mencuat serta bercorak kecoklatan. Tetapi yang membuatku makin panas dingin merupakan adegan lanjutan yang dikerjakannya sehabis dia mulai mengguyur air serta menyabuni badannya. Karena sehabis nyaris sekujur badannya dibaluri busa sabun mandi, dia lumayan lama memainkan kedua tangannya di kedua susu- susunya. Meremas- remas serta sesekali memilin puting- putingnya.

Kayaknya dia tengah berupaya membangkitkan serta memuasi birahinya oleh dirinya sendiri. Kemudian, dengan satu tangan yang masih menggerayang serta meremas di buah dadanya, satu tangannya yang lain menelusur ke selangkangannya serta menyudahi di kemaluannya yang membukit. Kemaluan yang cuma sedikit ditumbuhi bulu rambut itu, berulang kali diusap- usapnya serta kesimpulannya salah satu jarinya menerobos ke celahnya. Ah, dia pula mengeluar- masukkan jarinya ke liang kenikmatannya.

Apalagi semacam tidak puas dengan satu jari tengah tangannya, jari telunjuknya juga turut dimasukannya. Sampai kesimpulannya kedua jarinya yang digunakan buat mencolok- colok vaginanya. Saya percaya Bu Halimah melaksanakan seluruh itu sembari membayangkan kalau yang mencolok- colok liang kenikmatannya merupakan penis seseorang pria. Teruji dia melaksanakan sembari merem- melek serta mendesah. Meyakinkan kalau dia memperoleh kenikmatan atas yang tengah dikerjakannya.

Disodori pertunjukkan panas yang diperagakan bunda kostku, saya makin tidak tahan. Kukeluarkan kemaluanku yang sudah turut membeku dari celana sehabis membuka risleting. Kuremas- remas sendiri penisku sembari membayangkan menyetubuhinya yang tengah bermasturbrasi. Kesimpulannya, kala badannya nampak mengejang, sebab menahan birahi yang tidak terbendung serta bersamaan dengan datangnya puncak kenikmatan yang didambakan, saya juga makin kencang meremas serta mengocok kemaluanku sembari terus memelototi tingkah polahnya.

Serta tubuhku turut mengejang serta merenggang kala dari ujung penisku memuntahkan sperma yang menyembur lumayan banyak. Ia nampak kaget serta berupaya mencari suatu di bilik kamar mandi yang berbatasan dengan kamarku. Bisa jadi dia pernah mendengar erangan lirih suaraku yang tidak siuman pernah kukeluarkan dikala memperoleh orgasme. Tetapi sebab saya lekas menghindar dari bilik, dia tidak pernah memergokiku. Namun,? ah.. entahlah. Cuma semenjak dikala itu saya kerap mencari peluang buat mengintipnya dikala dia mandi.

Apalagi pula mengintip ke kamarnya dikala dia tidur. Kamar Ia memanglah berdekatan dengan kamarku. Warnanya, buat penuhi kebutuhan biologisnya, sepanjang ini perempuan itu mendapatkannya dari bermasturbrasi. Sampai saya kerap memergoki dia melaksanakannya di kamarnya. Serta semacam Ia, tiap saya memperoleh peluang buat memandang ketelanjangannya, senantiasa saya melanjutkan dengan mengocok sendiri kemaluanku. Pasti saja sembari membayangkan menyetubuhi bunda kostku itu.

Hingga kesimpulannya, mengintip bunda kostku ialah kegiatan teratur di tiap peluang bersamaan dengan gairah birahiku yang makin menggelegak. Hingga sesuatu malam, sehabis dekat 6 bulan tinggal di rumahnya, saya bermaksud keluar kamar buat menyaksikan tv di ruang tamu. Maklum semenjak sore saya terus berkutat dengan diktat serta buku- buku buat tugas pembuatan paper salah satu mata kuliah. Tetapi yang kutemukan di ruang tamu membuatku sangat terpana.

Tv 17 inchi yang terdapat memanglah masih menyala serta tengah menyiarkan satu kegiatan infotainment serta disetel dengan volume lumayan keras. Tetapi salah satunya pemirsa yang terdapat, ialah Ia, nampak tertidur pulas. Dia tidur dengan menyelonjorkan kaki di kursi, sedangkan daster yang dikenakannya tersingkap lumayan lebar sampai kedua kaki hingga ke pahanya terlihat menyembul terbuka. Umumnya saya hendak membangunkan serta megingatkannya buat tidur di kamarnya apabila memergoki bunda kostku tertidur di ruang tamu.

Namun itu tidak kulakukan, sayang jika panorama alam yang menggairahkan hingga terlewatkan. Kala saya mendekat, badan perempuan itu menggeliat serta posisi kakinya makin terbuka sampai mengundangku buat melihatnya lebih mendekat. Berjongkok di antara kedua kakinya. Saat ini bukan cuma paha mulusnya yang bisa kunikmati. Saya pula bisa memandang organ miliknya yang sangat rahasia sebab dia tidak menggunakan celana dalam. Bibir luar kemaluannya nampak coklat kehitaman serta terlihat mengkerut.

Tanda- tanda kemaluannya kerap diterobos perlengkapan kejantanan laki- laki. Sedangkan di celahnya, di bagian atas, nampak kelentitnya yang sebesar biji jagung nampak mencuat. Memandang ketelanjangan badan bunda kostku sesungguhnya sudah lumayan kerap kulakukan dikala mengintip. Tetapi melihatnya dari jarak yang lumayan dekat baru kali itu kulakukan. Degup jantungku jadi terpacu, sedangkan penisku langsung mengencang. Saya hampir mengulurkan tanganku buat mengusap vaginanya buat merasakan lembutnya bulu- bulu halus yang berkembang di situ ataupun merasakan hangatnya celah lubang kenikmatan itu.

Namun khawatir efek yang wajib kutanggung apabila dia terbangun serta tidak menggemari ulahku, saya urungkan niatku tersebut. Serta tidak tahan terpanggang oleh gairah yang memuncak, kuputuskan buat kembali ke kamar. Buat beronani, meredakan ketegangan yang meninggi. Di dalam kamar, kulepaskan segala baju yang kukenakan. Kemudian berbaring telanjang diatas ranjang sehabis tadinya menarik kain selimut buat menutupi badan. Semacam seperti itu umumnya saya beronani sembari membayangkan keelokan badan serta menyetubuhi bunda kostku.

Cuma, baru saja saya mulai mengelus burungku yang tegak berdiri seketika kudengar pintu kamarku yang tidak pernah terkunci dibuka serta seorang nampak menerobos masuk ke dalam.? Hayo, lagi ngocok yah,? suara Ia mengagetkanku. Nyatanya yang membuka pintu serta masuk kekamarku merupakan bunda kostku.? Ti,? tidak,? jawabku serta secara reflek lekas kutarik selimut buat menutupi tubuhku.? Jangan bohong Tris. Bunda ketahui kok kalian kerap mengintip bunda dikala mandi ataupun dikamar.

Pula tadi kalian melihati kepunyaan bunda dikala tidur di kursi kan?? katanya lirih semacam berbisik. Ditelanjangi sedemikian rupa saya jadi malu serta jadi tegang. Khawatir kepada kemarahan Ia atas seluruh ulah yang tidak pantas kulakukan. Penisku yang tadi tegak menantang saat ini berkerut, bersamaan dengan kedatangan perempuan itu di kamarku serta oleh pernyataanya yang sudah menelanjangiku. Saya membungkam tidak bisa dapat bicara.? Sesungguhnya bunda tidak apa- apa kok, Tris.

Malah, eee.. bunda bangga terdapat anak muda yang mengagumi wujud badan bunda yang telah tua begini. Jika ingin, saat ini kalian boleh memandang seluruhnya kepunyaan bunda dari dekat serta kalian boleh melaksanakan apa saja. Asal kalian dapat melindungi rahasia serapat- rapatnya,? ucapnya. Saya masih belum ketahui arah pembicaraan bunda kostku sampai cuma diam membisu. Namun, Ia sudah melepas daster yang dikenakannya.

Serta dengan telanjang bundar, sehabis tadinya mengunci pintu kamar, dia menghampiriku yang masih terbaring di ranjang. Duduk di tepi ranjang di sebelahku. Tidak urung gairahku kembali terpacu kendati cuma menatapi ketelanjangan badan perempuan yang lebih pantas jadi ibuku itu.? Mari Tris, jangan hanya melihati begitu. Tadi kalian sesungguhnya mau memegang memiliki saya kan? Mari jalani seluruh yang mau dicoba padaku,? suaranya terdengar berat kala mengucapkan itu. Bisa jadi dia sudah bernafsu serta mau dijamah.

Memandang saya tidak bereaksi, saya kostku kesimpulannya mengambil insiatif. Tangannya menjulur, menarik selimut yang menutupi badan telanjangku. Batang penisku yang tegak mengacung diraihnya serta diremasnya dengan gemas. Berikutnya mengelus- elusnya lama- lama sampai saya jadi kelabakan oleh sentuhan- sentuhan lembut tangannya di selangkanganku. Serta sembari melaksanakan itu Ia mulai membaringkan badannya di sisiku dalam posisi berhadapan denganku.

Hingga buah dadanya yang berdimensi besar serta semacam buah pepaya menggantung terletak pas di dekat wajahku. Saya senantiasa tidak bereaksi kendati payudaranya semacam terencana disorongkan ke wajahku. Tetapi kala dia mulai mengocok penisku serta memunculkan kenikmatan tidak terkira, keberanianku mulai terbangkitkan. Payudaranya mulai kujadikan target sentuhan serta remasan tanganku. Buah dadanya telah tidak kencang memanglah, namun sebab ukurannya yang terkategori besar masih membuatku bernafsu buat meremas- remasnya.

Puas meremas- remas, saya mulai menjilati pentilnya secara bergantian serta dilanjutkan dengan mengulumnya dengan mulutku. Warnanya tindakanku itu membuat gairah Ia jadi naik. Dia mulai mengerang serta makin mengaktifkan sentuhan- sentuhannya di di perlengkapan kelaminku.? Ya Tris, begitu. Ah,.. ah lezat. Uh,.. uh.. terus terus sedot saja. Ya,.. ya. sshh? ssh.. akhhh?. Dengan mulut masih mengenyoti susu Ia secara bergantian kiri serta kanan, tanganku mulai menyelusur ke dasar.

Ke perutnya, kemudian turun ke pusarnya serta kesimpulannya kutemukan busungan membukit di selangkangannya. Kemaluan yang cuma sedikit di tumbuhi rambut itu terasa hangat kala saya mulai mengusapnya. Warnanya itu ialah daerah yang sangat peka untuk seseorang perempuan. Hingga kala saya mulai mengusap serta meremas- remas gemas, Ia mulai menggelinjang. Kakinya dibukanya lebar- lebar berikan keleluasaan padaku buat melaksanakan seluruh yang yang kuiinginkan.

Terlebih kala jari telunjukku mulai menerobos ke celahnya. Lubang vaginanya nyatanya tidak hanya hangat. Namun sudah basah oleh cairan yang saya percaya bukan oleh air kencingnya. Saya jadi kian bernafsu buat mencolok- coloknya. Tidak cuma satu jari yang masuk namun jari tengahkupun turut bicara. Turut menerobos masuk ke lubang kenikmatan saya kostku. Mengocok serta terus mengocoknya sampai lubang vaginanya makin becek akibat banyaknya cairan yang keluar.

Dia pula menggelinjang- gelinjang sembari terus mendesah.? Ah,.. ah.. ah saya tidak kokoh lagi Tris. Mari saat ini kalian naik ke badan saya,? bisiknya kesimpulannya. Warnanya dia telah tidak tahan akibat kemaluannya terus diterobos oleh 2 jariku. Hingga tubuhku ditarik serta menindihnya. Dasar belum memiliki pengalaman sedikitpun dengan perempuan. Kendati sudah menindihnya, penisku tidak kunjung bisa menerobos lubang kenikmatan saya kostku. Untung Ia lumayan telaten.

Dibimbingnya penisku serta diarahkannya pas di lubang vaginanya.? Telah, dorong masuk namun pelan- pelan. Soalnya saya telah lama melaksanakan semacam ini,? bisiknya di telingaku. Bleessss! Sekali sentak amblas penisku masuk ke lubang kenikmatan saya kostku. Saya memanglah tidak mengindahkan permintaannya yang memintaku buat memasukannya lama- lama. Bisa jadi sebab tidak berpengalaman serta telah terlanjur naik ke ubun- ubun gairah yang kurasakan.

Sampai dia pernah vaginaik dikala penisku menancap di lubang vaginanya.? Auuu,.. ah. ah.. pe.. pelan- pelan Tris, shhh?. ssh.. ah.. ah,?? Ma,? ma.. maaf bu,?? Iya,. iya. Be,.. besar sekali memiliki kalian ya Tris,?? Punyamu pula besar serta lezat,? kataku sembari terus meremasi kedua payudaranya. Tetapi baru sebagian dikala saya mulai memaju mundurkan penisku ke lubang vaginanya, desah nafasnya makin keras kudengar. Badannya terus menggelinjang serta mulai menggoyang- goyangkan pantatnya.

Dampaknya baru sebagian menit game berlangsung saya telah tidak tahan. Betapa tidak, penisku yang terletak di liang vaginanya terasa dijepit oleh dinding- dinding kemaluannya. Apalagi terasa semacam disedot serta diremas- remas.? Aduh,.. ah.. saya tidak tahan. Ah,.. ah? ah.. aaaaaahhh,? Saya terkapar di atas badannya sehabis menyemprotkan lumayan banyak air sperma di liang sanggamanya. Indah serta melayang besar perasaanku dikala segalanya terjalin.

Serta lumayan lama saya menindihnya yang memelukku erat sehabis pengalaman persetubuhan pertamaku itu.? Maaf bu kilat sekali memiliki aku keluar. Jadinya hanya ngotorin?? Tidak apa- apa Tris. Kalian baru kali ini ya melaksanakannya? Nanti pula dapat tahan lebih lama? katanya sehabis saya terbaring di sisinya sembari menenangkan gemuruh di dadaku yang mulai mereda. Serta dengan lembut ia mensterilkan air sperma yang berleleran di penisku serta vaginanya dengan daster yang tadi dikenakannya.? Sebentar saya buat kopi dahulu ya, supaya kalian semangat lagi,? Ia keluar dari kamarku sembari bawa dasternya yang sudah kotor.

Warnanya dia menyempatkan ke kamar mandi, sebab kudengar dia menyiram serta membilas badannya. Lumayan lama dia melaksanakan itu di kamar mandi. Baru dia kembali ke kamarku dengan bawa segelas besar kopi panas kesukaanku yang dibuatnya. Dia menggunakan kain panjang yang dililitkan sebatas dadanya. Tetapi salah satunya pembungkus badannya itu langsung dilepaskannya sehabis menyimpan gelas kopi serta mengunci kembali pintu kamarku.? Kopinya aku minum dahulu ya bu,?? Oh ya, ya. Silahkan diminum nanti keburu dingin,? Menyeruput sebagian tegukan kopi panas buatannya membuatku kembali bergairah.

Saya menyempatkan diri cuci rudalku di kamar mandi. Kendati tadi telah dibersihkan olehnya, namun rasanya kurang bersih serta agak kaku. Bisa jadi sebab mani yang mengering. Kala saya kembali ke kamar, Ia langsung menggenggam penisku yang masih layu. Bisa jadi dia telah mau gairahnya tertuntaskan serta bermaksud membangkitkan kejantananku dengan mengelus serta meremas- remasnya. Namun dengan halus kutepis tangannya.

? Saya telentang saja,..,? kataku. Ia naik atas ranjang serta saya lekas menyusulnya. Dia yang sudah berbaring dengan posisi mengangkang, kudekati bagian dasar badannya pas di antara kedua pahanya. Ah, liang sanggamanya telah banyak kerutan paling utama di bagian bibir kemaluannya. Rupanya coklat kehitaman. Apalagi terdapat bagian dagingnya yang menggelambir keluar. Dia berupaya menutupi kemaluannya dengan tangannya. Bisa jadi dia malu bagian sangat rahasia miliknya dipelototi begitu.

Namun lekas kusingkirkan tangannya. Serta kala tanganku mulai melaksanakan sentuhan di situ, dia mandah saja. Apalagi dikala telunjuk jari tanganku mulai mencoloknya, dia mendesah. Tidak puas cuma memasukkan satu jari, jari tengahku menyusul masuk mencoloknya. Serta saya mulai mengkorek- koreknya dengan mengeluar- masukkan kedua jariku itu. Dampaknya dia menggelinjang serta mendesah. Kedua jariku terus menjadi basah oleh cairan vaginanya. Baunya sangat khas, entah mirip bau apa, susah kucarikan padanannya.

Cuma yang tentu, bau vaginanya tidak membuatku jijik. Hidungku terus menjadi kudekatkan buat lebih membauinya. Namun kala lidahku mulai kugunakan buat menyapu bagian luar bibir vaginanya dia memberontak.? Hiiii, jangan Tris, ah,.. ah.. jorok ah. Kalian tidak jijik? Shhh,? akhhh? shhh,?. shhhh,? Dia berupaya menolakkan kepalaku menjauhkan mulutku dari lubang nikmatnya. Saya senantiasa nekad, mulut serta lidahku tambah liar menggeremusi dengan gemas liang sanggamanya itu.

Sampai dia makin menggelepar serta menggelinjang. Mulutnya mendesis semacam orang kepedasan. Mulut serta lidahku yang meliar ke bagian dalam vaginanya memunculkan sensasi tertentu. Berulang kali dia mengangkut pantatnya serta membuat lidah serta mulutku terus menjadi menekan serta menekan ke kedalamannya. Ludahku yang bercampur dengan cairan vaginanya menjadikan lubang nikmatnya terasa sangat basah.

Namun, kala lidahku mulai melaksanakan sapuan ke lubang duburnya dengan metode mengangkut sedikit pantatnya, dia kembali berontak.? Apa- apaan ini, hiii,.. jangan ah kotor. Uhhh? ahhh? shhh.. shh,? Saya kerap memandang film BF, dikala perempuan dijilati lubang anusnya, dia tambah menggelinjang serta merintih. Berarti lubang dubur sangat peka oleh sentuhan. Serta memanglah teruji, Ia tambah merintih serta mengerang. Cuma baru sebagian dikala sapuan kulakukan, badannya sudah mengejang.

Kedua pahanya menjepit kencang kepalaku disusul dengan mengejutnya dubur serta lubang vaginanya.? Ohhh, saya telah lezat Tris. Kalian sih menjilat- jilat di sana. Kalian telah kerap ya melaksanakan dengan perempuan,?? Tidak bu,?? Kok kalian ketahui yang semacam itu,?? Aku cuma ikut- ikutan adegan film BF? Ujarku.? Ayahnya Titi( panggilan Nastiti, anaknya) sih jangankan menjilat dubur. Menjilati Miss V saya saja tidak sempat,? katanya. Kubiarkan dia sesaat meredakan nafasnya yang memburu.

Kemudian saya mulai menindih badannya kala dia melaporkan siap buat melaksanakan game selanjutnya. penisku mulai naik- turun keluar- masuk dari liang sanggamanya. Bunyinya sangat khas serta membuatku tambah bergairah. Sedangkan tanganku tidak henti- hentinya meremasi susu- susunya. Pentil susunya yang besar serta membeku kusedot- sedot dengan mulutku. Itu buatnya keenakan serta kembali mendesah.

Dia tidak ingin kalah. Pinggulnya mulai digoyang. Pantat besarnya dijadikan landasan buat menggoyang. Jadilah barang bundar panjang milikku yang terletak di dalamnya mulai merasakan nikmat oleh gesekan bilik vaginanya. Goyangan pinggul serta naik- turunnya tubuhku di bagian dasar kayaknya seirama. Terasa syuur, serta ah, nikmat. Tidak kurang ingat, sesekali bibirnya kucium. Dia membalasnya lebih hangat.

Lidahku disedotnya nikmat. Jadilah kami bak sejoli pacar yang tengah meluahkan gairah. Silih berpacu serta silih berikan kenikmatan. Saya tidak hirau lagi kalau yang tengah kusetubuhi merupakan bunda kostku. Perempuan yang jauh lebih tua umurnya serta sepanjang ini kuhormati sebab penampilannya yang senantiasa terlihat santun. Tidak kusangka dia menaruh bara yang siap melelehkan. Liang nikmat Ia mulai berdenyut- denyut kembali. Bisa jadi dia hendak kembali orgasme semacam yang pula tengah kurasakan.

Goyangan pinggulnya terus menjadi kencang namun tidak tertib. Hingga sodokan penisku ke lubang nikmatnya terus menjadi garang. Menghujam serta makin menghujam seakan hendak membelah bagian dasar badannya. Puncaknya, kala Ia mulai merintih serta makin mendesah, tanganku mulai menyelinap ke pinggulnya serta menyelusup ke pantatnya. Di situ saya meremas serta mencari celah supaya bisa memegang duburnya. Serta sehabis terpegang, jari telunjukku mencolek- colek lubang anusnya.

Dampaknya matanya semacam membelalak serta cuma menampakkan corak putihnya. Dirangsang di 2 lubangnya sekalian buatnya semacam cacing kepanasan. Hingga kala badannya terus menjadi mengejang, serta tubuhku dipeluknya erat. Jari telunjukku kupaksa masuk ke lubang duburnya. Lagi penisku kubenamkan sekuatnya di vaginanya. Jadilah pertahanan perempuan itu ambrol, vaginanya makin berdenyut serta menjepit sedangkan erangannya terus menjadi kencang serta apalagi vaginaik.

Lagi dari rudalku, menyembur sebanyak- sebanyaknya mani ke lubang nikmatnya. Sebab banyaknya mani yang mengguyur, kurasakan terdapat yang meleleh keluar dari mulut kemaluannya yang masih terterobos oleh penisku.? Ah, saya puas sekali Tris. Baru kali ini saya merasakan yang semacam ini,? katanya. Kami masih terkapar di ranjang. Terdapat rasa ngilu serta tulang- tulangku semacam dilolosi.

Namun sangat nikmat. Terdapat 3 ronde game yang kulakukan malam itu. Ia mengaku sangat kecapaian kala saya memintanya kembali. Menjelang subuh, dia pamit buat kembali ke kamarnya.? Jika kalian suka, saya siap melaksanakannya tiap waktu. Namun tolong jaga erat- erat rahasia kita ini,? ucapnya berpesan. Saya mengangguk sepakat. Apalagi saat sebelum keluar dari kamarku dia kuhadiahi ciuman panjang. Pantat besarnya kuremas- remas gemas serta hampir punyaku bangkit kembali.? Telah ah, esok malam dapat kita sambung lagi.

Kalian Tris, esok wajib kuliah kan,? katanya. Bergegas dia menyelinap keluar dari kamarku. Khawatir dengan gairahnya yang kembali terpancing. Perselingkuhanku dengannya terus berlangsung. Di tiap peluang, jika tidak saya yang mengajaknya, dia yang mengambil insiatif. Apalagi di siang hari, jika saya lagi ngebet, terencana bolos dari kampus. Mampir ke warungnya serta berikan kode, kemudian dia hendak kembali menyempatkan melayaniku di kamarku ataupun di kamarnya. Dia memanglah terkategori perempuan panas yang terpicu hasrat seksualnya.

Semacam siang itu, sebab cuma terdapat satu mata kuliah, saya kembali agak siang dari kampus. Saya langsung ke warung buat makan siang serta bermaksud berikan kode pada bunda kostku. Namun dia tidak di situ.? Bunda baru saja kembali, bisa jadi buat rehat,? kata Yu Narsih, pembantunya yang terdapat menunggu warung melayani pembeli. Jarak antara warung dengan rumah memanglah dekat tidak lebih dari 50 m. Hingga sehabis menyantap makan siangku, saya langsung ngabur ke rumah.

Ia tidak lagi tidur semacam yang kusangka. Dia lagi melipati baju yang sudah diambilnya dari jemuran duduk di ruang tengah. Hingga dasar telah horny, kudekati dia serta kupeluk dari balik.? Kuliahnya leluasa Tris,? katanya.? Hanya satu mata kuliah kok,? jawabku. Dia berkeringat, bisa jadi sebab kesibukannya melayani pembeli semenjak pagi. Baunya khas, bau perempuan berusia. Namun tidak kurangi gairahku buat memesrainya. Dia mulai menggelinjang kala tanganku menyelusup ke balik dasternya serta mencari gundukan buah dadanya. Kuremas- remas susunya serta kupilin putingnya.

Saya jadi gemas sebab dia tidak bereaksi. Namun melanjutkan pekerjaanya memberesi pakaian- pakaian yang sudah dicucinya. Hingga sembari menciumi lehernya, tanganku terus merayap serta merayap hingga kutemukan vaginanya yang masih tertutup CD. Baru kala hendak kutarik CD nya dia berontak.? Kalian pengin Tris?,?? Iya. Habis vaginanya lezat sih,? kataku. Celana dalamnya sukses kulepaskan tanpa membuka dasternya. Sesungguhnya dia mengajakku buat main di kamarnya.

Namun kutolak, saya mau dia melayaniku di kursi. Terlebih Nastiti tengah camping di sekolahnya semenjak 2 hari kemudian. Jadi saya tidak butuh khawatir ketahuan anak gadisnya itu. Serta lagi saya hanya perlu pelepasan hajat secara pendek sebab wajib menuntaskan makalah yang wajib jadi esok pagi. Jika main di kamar, tentu hendak memakan waktu lama sebab Ia tentu tidak ingin hanya kusetubuhi sebentar. Jadilah sehabis sebentar menjilati vaginanya serta meremasi susunya, cuma dengan menyingkap dasternya saya mulai menyetubuhinya.

Dengan posisi duduk di kursi dia kangkangkan kakinya sampai memudahkanku memasukkan penis ke liang nikmatnya. Kugenjot pelan kemudian mulai kilat, sebab nafsuku memanglah telah naik ke ubun- ubun. Tetapi pada dikala saya memuncratkan mani ke lubang vaginanya, samar- samar kulihat seorang melihati perbuatan kami. Dia merupakan Yu Narsih, pembantu saya. Kulihat dia mengintip dari balik gordin di pintu dekat kamar mandi. Warnanya dia masuk dari pintu balik rumah yang memanglah tidak terkunci. Saya langsung berdiri serta melangkah ke arah dapur.? Dasar anak muda, jika lagi terdapat ingin tidak sabaran,? katanya tersenyum memandang tingkahku.

Dibersihkannya mani yang berleleran di dekat kemaluannya dengan daster yang dikenakannya. Dia tidak ketahui kalau sesungguhnya saya tengah berupaya mengejar Yu Narsih yang langsung menyelinap keluar sehabis perbuatanku dengan bunda kostku. Saya jadi panik, khawatir Yu Narsih hendak menggambarkan kejadian yang dilihatnya kepada para orang sebelah. Kuputuskan buat tidak menggambarkan padanya ihwal Yu Narsih. Biarlah hendak kucoba meredamnya, pikirku. Selepas sore kutemui Yu Narsih di rumahnya.

Jarak rumah Yu Narsih cuma dekat 500 m. Terpencil di tepi sawah. Saya memanglah kerap main ke rumahnya serta tahu baik dengan suaminya, Kang Sarjo yang menjabat bagaikan tukang becak. Perempuan berumur dekat 35 tahun serta berkulit agak hitam itu, lumayan kaget kala saya tiba.? Kang Sarjo mana Yu??? Oh, baru saja berangkat narik. Terdapat butuh dengan ia?? Plong, lega rasa hatiku. Saya memanglah ragu, khawatir kasus yang mau kusampaikan ke Yu Narsih di dengar suaminya.

BACA JUGA : Ngentot Cewek SMA 

BACA JUGA : Di Gangbang Belasan Preman

Saya dipersilahkannya duduk di balai, salah satunya perabotan yang terdapat di ruang tamu rumah berdinding pagar itu. Yu Narsih juga duduk menyebelahiku.? Tidak. Saya malah butuh sama Yu Narsih kok,? kataku. Dengan pelan kusampaikan iktikad kedatanganku. Saya memohon Yu Narsih tidak menggambarkan apa yang dilihatnya siang tadi kepada orang- orang. Kasihan bunda kostku hendak jadi bahan gunjingan orang. Serta sepanjang ini Ia tidak ketahui jika Yu Narsih sesungguhnya sudah memergoki perbuatan itu sampai saya memintanya pula buat tidak menegur bunda kostku.

Dia hanya terdiam membisu hingga saya menuntaskan seluruh yang mau kusampaikan.? Ah, aku ndak apa- apa kok Mas Tris. Aku malah yang memohon maaf, tadi nyelonong masuk,? ucapnya.? Namun aku tidak lezat sama Yu Narsih. Yu Narsih jangan cerita sama siapa- siapa ya,? kataku lebih menegaskan. Semacam menghiba dikala saya mengantarkan itu.? Iya mas. Masak aku menjelek- jelekkan Mas Tris serta bunda sih,? Mendengar intensitas serta ketulusannya itu saya merasakan beban berat yang tadi menindihku menurun.

Akupun langsung pamit kembali. Semenjak itu saya dengan tenang bisa memuasi bunda kostku. Saya tinggal di rumah bunda kostku hingga lulus kuliah serta sudah mendapatkan pekerjaan. Apalagi, dikala ini aku tengah dalam persiapan pernikahan dengan Nastiti, gadis tunggal bunda kostku, entah apa jadinya nanti,?. Apakah Ia hendak senantiasa memohon layananku apabila saya sudah jadi menantunya?


3 komentar:

  1. Raih segera Promo Bonus Spesial Dari Kami:
    👉 Cash Back 20% (Slot & Tembak ikan)
    👉 Bonus New Member 20% (Esports, Bola, Poker, Idn Live)
    👉 Bonus Next Deposit 5%
    👉 Bonus Cashback 15%%
    👉 Bonus Rolingan 0.5%
    👉 Bonus Referral 3%
    Kami prioritaskan kenyamanan & membantu memberikan yang terbaik bagi member kami.
    ==================================
    *⃣ Deposit Via Pulsa Tanpa Potongan
    *⃣ Minimal Depo Rp.25.000 & Withdraw Rp.50.000,
    *⃣ Proses Deposit dan Withdraw Tercepat.
    *⃣ 24 jam pelayanan Costumer Service yang ramah.
    *⃣ Daftar di sini >> http://javaonline99. vip/
    *⃣ whatsapp >> +85595613431

    #dota #mobilelegends #cod #dota2 #Fortnite #PUBG #CSGO #MOBA #Starcraft #NBA2k18 #KOG #ML #Evos #RRQ #counterstrike #PUBGmobile

    BalasHapus
  2. Hallo guys ^__^
    Javaonline88 situs aman dan terpercaya
    Situs Terbesar di ASIA.
    Dengan Promo TerBesar.

    Kamu bisa MENANG BESAR hanya dengan modal 10.000,-
    Kamu juga bisa klaim BONUS NEW MEMBER 20%
    hingga BONUS DEPOSIT HARIAN 5%

    Kemenangan Mudah 100%
    Menang BERAPAPUN di bayar LUNAS!!! ^__^

    Bonus Kekalahan untuk member kami yang kalah yang dalam seminggu..
    Mudah MENANG , kalah juga dapat BONUS :)

    Buruan Gabung dan kamu bisa hubungi Customer Service kami :)

    HUBUNGI KAMI DI :

    * WhatsApp : +6281314823756

    * LINE : javaonline88

    * Livechat : https://direct.lc.chat/11285582/

    * Link Website Javaonline88.vip

    Yuk Buruan Gabung Gaes !!

    #poker #freechip #domino #idnpoker #freebet #Capsa #ceme #javaonline88

    BalasHapus

Corgi