Perawanin Teman Satu Kost - MAJALAH SEKS DEWASA

Breaking

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5fuEp_fJGYLi2M-CGdsOtvUTnnEkPd4kbgSFjRcilgSVCllTXc6spUl3CmyTUR4sySIKcVjh1ephOvX5mNZ62q5kIZgPx7d3zmYHz1CfXy33tvML1i56igFv47uHgLqLRLnYqcytrmlf0/s1600/logo.gif

Sabtu, 11 Januari 2020

Perawanin Teman Satu Kost

HOT69SEKS.COM - Saya anak awal dari 5 bersaudara. Usiaku tiba 16 tahun manakala orangtuaku wajib pindah tugas dari kota K ke kota P. Walhasil waktu itu saya baru 2 bulan masuk kelas 1 SMA sayang bila wajib pindah, terlebih sekolahku merupakan sekolah swasta yang memerlukan bayaran banyak.

Atas kebijakan orangtuaku, saya wajib kos. Hingga saya diantar oleh kedua orangtuaku serta keempat adik- adikku menempati kos baru. Rumah kosku sangat besar, dengan model kuno khas ukiran Jepara. Berupa letter L dengan taman luas, ada sejoli tumbuhan mangga. Ruang tamu yang memanjang kebelakang yang bersekat dimana ada 4 kamar di bagian tengahnya yang berhadapan langsung dengan ruang makan. Seluruhnya berjumlah 10 kamar. Saya sendiri terletak di kamar terakhir di bagian letter L- nya. 4 kamar tercantum kamarku berakses langsung keluar lewat pintu samping dengan taman kecil di tanami tumbuhan mangga kecil. Dipisahkan oleh tembok balik suatu rumah.

Sahabat kosku waktu itu bernama Mbak Mamiek, Mbak Mur, Mas Prayitno, Mbak Srini, Indarto, Sularno serta owner Kos. Rumah bagian depan yang pas menghalangi kamarku mempunyai 2 anak wanita, Tika kelas 3 SMP serta Sutarmi SD ke las 6.

Dimensi tubuhku biasa- biasa saja 168, berat 60 dengan tahi lalat di dagu sebelah kanan serta rahang sebelah kiri yang kata mbak Srini menarik serta sekalian membuatku manis kata mbak Srini, sementara itu saya pria tulen perihal ini nanti saya ceritakan. Dimensi penisku pula wajar, tegak lonjong keatas tanpa membengkok. Tiap pagi sejak duduk di SD saya senantiasa merendam dengan teh basi sepanjang 10 menit??? tanpa diberi gula loh( entar di krubut semut, dapat berabe he.. he..), kemudian pelan- pelan di kocok- kocok, diremas jangan sampe keluar sperma( seringnya sih keluar, abis lezat sih). Itu kata kanak- kanak kos sebelah rumahku dulu, entah benar ataupun tidak. Khasiatnya? Itu pula saya belum ketahui.

Hari- hari lalu, saya telah mulai terbiasa dengan lingkunganku yang baru, saya kerap keluar dengan teman- temanku yang baru. Paling utama mas Prayit kerap memohon menemaniku buat menemui pacarnya, sebel pula habis jadi obat nyamuk sih. Dikala kami kembali kerap kami bertemu dengan Tika. Kami menyudahi serta mas Prayit kerap menggoda wanita itu, orangnya sih khas wanita K, radak item dibilang menawan pula enggak, manis pula enggak. Kemudian apa dong, yah seperti gitu lah.

Lama kelamaan saya pula iseng- iseng turut menggodanya. Ia kembali jam 12. 45 sebaliknya saya kembali jam 13. 30 serta Hanya saya yang masih sekolah sahabat kosku telah bekerja seluruh, sangat kilat jam 17 mereka baru kembali instan cuman saya yang kembali dini.

? Duh, lagi santai ya TRE,? begitulah jika saya memanggilnya.

? Baru kembali mas??

Saya mendekat, ia cuma menggunakan celana pendek olahraganya serta berkaos tanpa lengan lagi membaca suatu novel. Cukup, tidak hitam- hitam amat demikian pikirku manakala ekor mataku menelusuri kakinya.

Begitulah, kerap saya menggodanya serta nampaknya ia suka. Naluri laki- lakiku berkata jika ia sesungguhnya terdapat hati kepadaku. Atas dasar keisengan, saya membuat suatu pesan di atas kertas pesan bercorak pink serta harum dengan dimensi tulisan agak besar. Sangat pendek,? Tika, I love u? setelah itu pada malam harinya saya sisipkan di jendela kamarnya, dari luar saya dengar ia lagi bersenandung kecil menyanyikan lagu dangdut kesukaanya.

Dengan kilat kertasku tertarik masuk, hatiku terkesiap khawatir kalau- kalau bukan Tika yang menariknya. Tidak sebagian lama lampu dimatikan serta jendela terbuka, ah Tika melongokkan kepalanya keluar. Kala ia melihatku ia tersenyum kemudian melambai biar saya mendekat. Setelah itu saya mendekat. Kala saya mendekat seketika.

? Cuupp???!?

Tika mengecup bibirku, saya terperanjat atas perlakuan itu. Belum lagi keterkejutanku lenyap Tika mengulangi perbuatannya. Kali ini dengan sigap saya rengkuh pundaknya, saya lumat bibirnya. Gantian Tika yang kaget, ia cuma mau menanggapi suratku dengan kecupan kilat malah saya tidak kalah kilat. Lidahku meliuk- liuk dalam mulutnya yang menganga sebab kaget, nampak sekali ia belum sempat melaksanakan ciuman.

? Mmmppphh??

Kemudian badannya mengejang, rona mukanya memerah desiran panas nafas kami mulai memburu. Tika memejamkan matanya pelan ia mulai menjajaki lidahku yang menjelajahi rongga mulutnya serta ia melenguh pelan tertahan manakala lidah- lidahku menaut lembut lidahnya. Refleks tangan kirinya merengkuh tengkukku, menarik lembut kepalaku serta tangan kirinya bertopang pada tepian daun jendela.

Dalam atmosfer hitam, pelan saya turunkan telapak tangan kananku serta mencapai gundukan payudaran sebelah kirinya.

? Ah..!?

Tika melenguh lirih serta kaget, menepis pelan tanganku.

? Telah malam, esok yah?? Bisiknya lirih, memberiku satu kecupan serta menutup daun jendela. Jam telah menampilkan jam 10 malam.

Saya kembali kekamarku, tidak kuasa menolak desakan birahi saya lepas seluruh pakaianku. Dengan tidur terlentang jemari telunjut serta bunda jariku menjepit erat batang kontuolku serta saya tegakkan membuat kepala kontuolku serta otot- ototnya merah membengkak. Telapak tangan kiriku menggosok- gosok pelan, sedangkan cairan bening telah keluar dari kepala kontuol yang memerah.

Mataku terpejam, saya pentang kedua kakiku lebar- lebar serta membayangkan Tika yang pernah saya pegang payudaranya yang kecil lembut tadi.

? Ah?!?

? Ssstt??

Kepalaku berdenyut- denyut serta tubuhku terasa melayang tanpa terasa kocokanku terus menjadi kilat bersamaan desah napasku yang mulai memburu.

? Ahhhh? hhh?!

? Croot? croott? croottt?!?

Airmaniku menyembur dengan dasyat, kali ini lumayan banyak mengingat kali awal saya berciuman serta meremas kepunyaan wanita.

Paginya semacam biasa saya siap- siap hendak berangkat, saya biasa naik angkutan universal toh motor pula terdapat tetapi enggak seru. Kebetulan angkutan kosku pangkalan kedua angkutan jadi belum banyak penumpangnya serta saya dapat memilah tempat duduk. Nah, serunya cocok pangkalan ke 3 telah mulai penuh kanak- kanak sekolah terlebih jalurnya melewati 3 SMA serta 1 SMP, bayangkan deh cocok penuh- penuhnya cukup bisa senggolan susu, he? he?

Tika telah menunggu di samping rumahnya di balik kerindangan tumbuhan Mahkotadewa. Saya berangkatnya agak siang, soalnya sekolahku masuk jam 7. 15, maklum banyak atlit Pelatnas yang bersekolah disekolahku serta umumnya Tika telah berangkat, tentu ia menungguku toh sejak malam itu saya formal jadi pacarnya.

Saya menengok kekanan serta kekiri, kedua orangtua yang seseorang guru serta adiknya telah berangkat sejak tadi, Tika biasa memakai sepeda.

? Maaf tadi malam, marah??

Senyuman serta goresan giginya terus menjadi nampak putih dipadu rona mukanya yang coklat kehitaman.

? Tidak tuh,? seraya saya menghampirinya di kerimbunan. Entah kenapa ia pula beranjak terus menjadi masuk ke lorong samping rumahnya serta pastinya kami terus menjadi tidak nampak dari luar.

? Habis pesan kalian telah malam sih.?

Saya raih tangannya serta pelan saya rapatkan tubuhku kearahnya serta saya cium bibirnya ah.. dingin- dingin empuk. Lidah- lidah kami bertautan, matanya terpejam. Duri jam menampilkan jam 6. 35 jadi masih terdapat waktu buat bercinta!

Berlahan saya lingkarkan kedua tanganku kepinggangnya, ia cuma terdiam sembari memejamkan matanya dengan kedua tangannya tergerai kebawah. Akankah saya ditolak? Demikian pikirku manakala pelan saya julurkan telapak tangan kananku kearah dadanya.

? Jangan disini,? setelah itu menarik tanganku mengarah ke balik gudang.

Disana ada suatu dipan( tempat tidur kecil) dari bambu serta kami duduk berdekatan kemudian saya rengkuh pundaknya tanpa di komando bibir kami beradu serta silih bertautan, kali ini bagaikan kuda liar terlepas dari kandangnya Tika memeluk erat pinggangku. Matanya terpejam rapat manakala bibirku merayap turun kelahernya. Kali ini tangan kananku dibiarkannya menelusuri payudaranya yang terbungkus pakaian seragam SMPnya.

? Ehh??

Tika melenguh lirih manakala saya dengan lembut meremas payudaranya, kecil serta nampak kenyal. Serta sedangkan bibirku terus meliuk- liuk di dekat lehernya serta dengan naluri pria bibirku bermain di telinganya sehiingga membuat bulu kuduknya merinding. Tika terus menjadi merapatkan kedua kakinya serta sedangkan badannya bersandar erat ke tubuhku.

Tika merenggangkan dadanya, berikan jarak supaya tanganku bebas bermain- main di payudaranya serta sedangkan kepalanya sedikit meliuk- liuk menjajaki gerak wajahku serta di seputar lehernya serta bulu kuduknya sesekali meremang. Pakaian seragam Tika bagian depan telah awut- awutan sementara itu ini merupakan hari senin.

? Hhh?.?

? Hhhh??? hhh??

Cuma desah nafas kami yang terdengar. Serta berlahan Tika terus menjadi menekuk badannya serta terlentang keatas dipan bambu. Pelan saya mendekatkan bibirku ke bibirnya, Tika membalasnya penuh gairah. Jemari tanganku membuka satu persatu kancing bajunya bersamaan dengan berjalannya waktu dari menit ke menit.

Saya menindih pelan seraya membuka resletting celana seragam SMAku yang bercorak abu- abu. Saya menjatuhkan kecupan lembut dibibirnya, refleks Tika membuka mulutnya berikan jalur buat lidahku menjelajahi rongga mulutnya. Sedangkan tanganku sudah merendahkan celana seragam serta celana dalamku hingga batasan pantatku, saat ini kontuolku sudah terbebas.

Saya raih tangan Tika yang sedikit terentang keatas, saya tuntun kearah kontuolku.

? Uhh??

Badannya bergetar, buah dada yang terhimpit tangannya menyembul kecoklatan berkilatan dikala dengan bimbinganku Tika meremas batang kontuolku.

Sebab belum terbiasa serta buat awal kalinya ia memegang hingga genggamannya sedikit kencang serta tidak terdapat respon tidak hanya menggenggam. Toh saya pula tidak sempat ketahui sebab ini pula baru awal kalinya saya memperlakukan lawan jenisku hingga jauh.

? Mmmpp??

? Hhh? Hhhh????

Ciumanku merayap turun ke payudaranya serta tanganku mulai meraba- raba gundukan diatas selangkangannya.

? Hhhmmmpp??

Saya serasa melayang kala tangan lembut yang menggenggam batang kontuolku sedikit naik meraup kepala kontuolku. Tegang serta keras sekali.

? Sayang?? Demikian bisiknya lirih di telingaku kala tanganku pelan menyibakkan rok seragam biru milikya sedikit naik. Tika mengangkut sedikit pantatnya sehingga dengan leluasa roknya tersibak keatas. Kala saya menoleh kebawah Tika mendadak menysupkan kepalanya kedadaku, malu tetapi ingin serta suka.

Celana dalam corak pink menyembunyikan gundukan kecil diatasnya nampak jelas sekali bagian bawahnya sudah basah kuyup. Tika membiarkan tanganku menyusup kebalik celana dalamnya, serasa gundukan belum ditumbuhi banyak bulu, masih terdapat satu 2 serta sangat halus.

? Basah? dalam benakku dikala telapak tanganku merayap diatas permukaan tempiknya, Tika terus menjadi berani memberiku peluang dengan sedikit membuka himpitan pahanya.

Naluriah, demikian istilahnya. Jari telunjuk serta jari manisku pelan menyikat samping kanan serta kiri tempiknya sedangkan jari tengahku menciptakan suatu biji kacang klentit miliknya. Terus menjadi basah dikala saya pelan menggosok- gosok tanganku dengan kaku, maklum belum biasa sih.

Telapak tanganku penuh dengan cairan kental serta lembab. Saya terus menggosok- gosokkan tangannku, hangat, lembab serta licin. Sedangkan Tika tidak membebaskan genggaman tangannya di kontuolku, jika tadi di bagian kepala saat ini di bagian pangkalnya yang berbulu.

Bersambung??????

Saya merendahkan celana dalamnya??????

Saya merendahkan celana dalamnya hingga kebatas lutunya serta dengan kakiku saya lepaskan. Saya menindihnya dimana tadinya tangan Tika yang menggenggam kontuolku saya terlentangkan, membuat sejoli payudaranya yang pernah tertutup sedikit kaosnya membusung. Tika seolah- olah mengiyakan apa yang hendak saya jalani, berarti sangat ia mencintaiku.

Statment cinta yang secara iseng saya lontarkan nyatanya menemukan sambutan yang sedemikian dasyatnya. Sangat ia saat ini pasrah terlentang di bawahku. Sedangkan saya, cuma nafsu yang berputar- putar didalam otakku. Ulangan Fisika pada jam awal dengan pak Anton si guru killer dimana tidak terdapat ampun untuk yang tidak masuk pelajarannya tanpa pesan penjelasan terlebih dikala ulangan telah tidak saya pikirkan.
Saya rentangkan lutut Tika supaya pinggulku sedikit bebas menindih badannya. Tika cuma bagi saja. Saya genggam batang kontuolku, saya arahkan kelobang vaginnanya. Naluri laki- lakiku seolah- olah secara otomatis bekerja.

Dikala bagian kepala melekat di bagian lembut serta basah saya menarik nafas buat kurangi keteganggan.

? Sreet??

Terasa kepala kontuolku menyibak suatu kala pinggulku saya tekan sedikit. Tika sedikit mengrenyitkan dahinya ciri terdapat suatu yang aneh.

? Sreet??

Kembali semacam menyobek suatu. Saat ini Tika menggigit bibir bagian bawahnya, mukanya sedikit tegang sedangkan wajahku juga demikian, genggaman tanganku sedikit gemetar kala saya dorong pantatku kebawah.

? Sreet? sreeettt??

? Mpphhh??

Erangan lirih dari mulut Tika katika setengah kontuolku telah menghujam masuk. Tetesan darah perawan menetes, bagaikan aliran sungai Mahakam menetes disela- sela dipan bambu yang kami gunakan buat bergelut. Menetes kebawah, berjatuhan tetes demi tetes keatas tanah yang berdebu.

Saya menarik keatas pantatku serta dengan pelan saya tekan kembali kebawah, kali ini tanganku telah tidak menggenggam berubah menopang tubuhku yang merapat diatas badan Tika.

? Sreettt??

? Aaahhhh?!?

Tika menjepit pantatku dengan kedua pahanya yang sedikit terangkat menahan nyeri dikala seluruh kontuolku buat awal kalinya menembus vaginnannya. Serta saat ini seluruh batang kontuolku telah menghujam kedalam liang surgawi tempiknya.

Tangannya menggenggam erat, pahanya menjepit kokoh pantatku serta mukanya terus menjadi terpejam. Saya bagikan kecupan lembut kebibirnya kemudian ia mulai menangis. Serta memeluk tubuhku dengan erat dengan tidak membebaskan jepitan pahanya di pantatku justri kakinya yang terangkat di letakkan diatas betisku.

Berlahan pantatku saya mainkan naik- turun, buat menenangkannya saya membisikkan suatu ketelinganya,

? Sakit???

? Saya tahan, saya sayang kalian??

Suara berderit pada dipan bambu menahan badan kami dikala kontuolku saya maju- mundurkan, Tika tidak membebaskan pelukannya serta kedua kakinya senantiasa terletak diatas betisku serta kali ini jepitan pahanya di pantatku sedikit mengendor.

? Plak? plak? plak??

Kelamin kemi menghasilkan bunyi khas dikala silih bergesekan serta suara itu ialah awal kalinya kami dengar.

2 puluh menit lalu dari saya sukses memerawani Tika, saya terus memainkan kontuolku maklum masih jejaka jadi maju- mundur, maju- mundur terus tanpa terdapat alterasi. Toh dengan demikian lelet laun rasa nyeri pada Tika mulai lenyap, saya juga demikian.

Tika mulai mencari- cari bibirku serta saya menyambutnya dengan mengulum lidahnya serta memilinnya dengan lembut.

? Hhhmmppp??

? Hhhhhhh??

? Sayang??

10 menit setelah itu Tika mengencangkan pelukannya serta kembali pelan memantapkan jepitannya.

? Plak? plakk? plakkk??

Saya terus menghujaninya dengan goyangan kontuolku, sesekali saya berlahan buat menarik nafas. Cukup pegel pula nyatanya, palagi rambut kontuolku yang telah mulai rimbun lenyodok- nyodok vaginnanya yang belum berambut membuat rasa nyeri padanya jadi sesuatu sensasi mengenakkan, menggugah birahi yang sedikit menurun akibat rasa nyeri.

? Hhggghh??

? Aahhhhh??

Tika mengejang, rona mukanya memerah, napasnya tertahan manakala birahinya menanjak menghantam ubun- ubun serta bagaikan sesuatu hempasan gelombang menerjang apa saja kemudian padam terkulai. Lemas. Banyak tenaga yang sudah dikeluarkan.

Saya terus menggenjot dikala Tika telah jatuh terlentang, kedua kakinya terkulai mengkangkang. Saya topang badanku dengan kedua tanganku kali ini pantatku leluasa naik turun. Lesatan kontuolku di dalam vaginnanya bagaikan terpedo yang diluncurkan dari suatu kapal selam. Semacam terdapat suatu yang hendak keluar saya percepat gerakan pantatku naik- turun. Serta?

? Ahhhhhh??

? Crott.. croot.. crooot??

Bertepatan dengan saya semprotkan air maniku seketika,

? Gubraaak??

Dipan yang kami gunakan rubuh sebab beban goyangan yang saya jalani.

? Ah!?

? Aduhh??

Kami jatuh berguling, Tika senantiasa saya peluk sehingga ia menindih tubuhku. Kontuolku terlepas dari tempiknya, spermaku muncrat kemana- mana. Dampaknya, kontuolku yang masih? ereksi? tertimpa pantatnya Tika.

? Dipan sialan,? demikian umpatku.

? Telah keropos.?

Kemudian kami berdiri, Tika memandangku dikala saya meringis menahan ngilu di kontuolku yang tertimpa pantatnya.

? Sakit??

? He- eh?

Sembari berdiri dimana saya masih telanjang bundar, Tika mengulurkan tangannya, memegang kontuolku yang telah terkulai seraya membagikan pijitan- pijitan lembut. Saya tumpangkan kedua tanganku keatas pundaknya.

? Hari ini kita bolos ya??

Saya cuma tersenyum, saya perkenankan tubuhku bugil dihadapannya. Tika sembari mensterilkan dengan tangan kirinya badanku yang sedikit berdebu memandangku mesra, duh bening mata itu menusuk lekat ke dalam kalbuku.

? Sementara itu saya jam awal terdapat ulangan fisika.?

? O ya??

? Supaya saja,? sembari saya belai rambutnya yang tergerai.

? Masih sakit??

? Sedikit.?

? Enakan saat ini??

? He- eh?

Tika mengocok berlahan- lahan serta kontuolku semacam diurut tangan lembut, berlahan kontuolku mulai tegak kembali. Saya belai payudaranya yang tertutup kaos serta seragamnya telah tersibak tidak karuan. Saya cium kembali bibirnya sedangkan Tika terus serta terus mengurut- urut kontuolku.

? Mmmpphhh??

? Di kamar ayo?? Tika mencapai seragamku serta menggandeng tanganku masuk lewat pintu balik dimana ia memegang anak kunci. Tiap ia kembali duluan senantiasa lewat pintu balik sebaliknya adiknya kembali bersama ibu dan bapaknya.

Tika langsung melepas seragam putih birunya yang telah awut- awutan, sebercak darah perawan masih sedikit meleleh di selangkangannya, Tika langsung merebahkan diri keatas ranjang. Serta saya pelan menempatkan diri keatas badannya, pantatku terletak ditengah- tengah selangkangannya.

? Bleesss??

Kontuolku langsung menyusup ke dalam vaginnannya. Saya ciumi mukanya serta melumat bibirnya. Sontak Tika merengkuh tengkukku serta saya meremas payudaranya. Sejoli anak manusia bertelanjang bundar silih memagut, memadu cinta, membakar api birahi.

Pikiranku lepas terbang, telah tidak terdapat batasan sama sekali diantara kami sementara itu baru tadi malam saya berkata cinta, itupun cuma kesiengan belaka. Ah, sehabis ini seluruh begitu kejam serta jahatkah saya? En tahlah, itu urusan balik dikala ini kontuolku tertanam didalam vaginnannya.

? Ahh- hh??

Tika menggeliat dikala saya mulai kembali aksi kontuolku naik turun. Nyeri serta pedih berubah kenikmatan, bagaikan suatu gada dengan kepala membengkak membuat sensasi nikmat dikala bergesekan.

Kali ini saya tidak butuh kuatir ranjangnya hendak ambruk, ranjang berderit- derit dikala saya menggoyangkan pinggulku. Semacam tadi Tika memelukku dengan erat serta sejoli kakinya mengait kali ini tidak diatas betisku melainkan lebih naik keatas pantatku.

Desah napasnya terus menjadi memburu di dekat telingaku serta kali ini tidak membutuhkan waktu lama Tika telah mulai mengejang serta meski ia berupaya menahan tetapi desakan biologisnya lebih kokoh.

? Aahhh??

Tanpa siuman Tika melenguh dengan kerasnya kala hingga dipuncak birahinya serta dalam hitungan detik pula saya menjajaki.

? Aakkhhh?.?

? Croottt? crooottt? crooottt?? saya semburkan airmaniku kedalam rahimnya, entah apa yang hendak terjalin telah tidak saya pikirkan. Saya perkenankan kontuolku masih menancap di vaginnanya serta? pluppp?? terlepas serta terkulai lemas.

Jam 10 saya kembali kekamar kosku dibelakang rumahnya sehabis tadinya buat yang ketiga kalinya saya menidurinya. Uh, pegal seluruh badanku. Paling utama kontuolku langsung bekerja keras. Saya langsung mandi buat menyegarkan tubuh, kosku masih hening sebab seluruh masih kerja hingga jam 17 kecuali mbak Srini seseorang guru SD sangat jam 1 telah kembali, ayah kosku pula berangkat umumnya ke pasar buat mancari hiburan bermain catur, maklum pensiunan. Serta kesimpulannya saya tertidur sampa sore hari.

Instan sejak peristiwa itu antara saya serta Tika telah tidak terdapat batasan apapun, kedua orangtua serta adiknya senantiasa berangkat jam 6. 30 sehingga memberiku keleluasaan buat bercinta dengannya.

? Hai pah,? demikian Tika menyebutku Pah. Lucu pula kedengarannya tetapi asik pula tetapi satu perihal sampai saat ini saya tidak mencintainya. Ah, sayang, saya memanglah jahat sekali. Sementara itu ia mencintaiku dengan tulus.

? Hai,? sapaku pula kala melewati kamarnya, ia cuma menggunakan kaos oblong sehingga beha corak kuning yang ia gunakan nampak. Sebaliknya ia cuma menggunakan celana dalam corak pink dengan sedikit tersipu ia mencapai rok seragam biru yang tergolek di ranjang serta menutup bagian depannya.

Barusan saya dengar suara motor orang tuanya berangkat ke sekolah. Kemudian ia semacam biasa memberiku kode lewat pintu balik, sebentar saya menoleh serta tidak terdapat orang. Sahabat kosku masih pada tidur kecuali mbak Srini seornag guru SD sahabat kosku pula telah berangkat.

Bersambung??????

Saya langsung mengunci pintu serta memeluknya sembari melumat??????

Bagian ketiga:

Saya langsung mengunci pintu serta memeluknya sembari melumat bibirnya,

? 20 menit,? pintanya tegas.

? Oke?

20 menit bagiku telah lumayan, maklum ia masuk jam 6. 55 sebaliknya saya jam 7. 15. Tanpa butuh komando kami langsung naik keatas ranjang sedangkan Tika nampak pasrah dengan dada membusung dibalik kaos oblongnya serta celana dalam corak pink.

Tanganku mencapai kaos yang diekanakannya serta menariknya keatas bertepatan dengan behanya, akupun demikian membuka pakaian seragamku sampai saya bugil. So, kontuolku telah nafsu langsung ereksi.

Ups?!

Dingin empuk manakala Tika meremas kontuolku dikala saya hendak menindih sedikit badannya sembari meremas payudaranya.

? Hmmmppp??

Payudaranya bergetar dikala saya merabanya dengan lembut, membeku dikala saya meremasnya, menggelinjang dikala putingnya saya pilin dengan jemariku serta,

? Paaahh?? merintih dikala saya susupkan wajahku diantara sejoli gunung kembarnya dekameter membagikan gigitan mesra yang meninggalkan ciri merah kebiruan di kulitnya yang kecoklatan.

Saya merendahkan ciumanku keatas perutnya, berputar- putar diatas pusarnya,

? Aahhh??

Tika merintih geli, refleks genggamannya terlepas dari kontuolku serta mesra mengusap kepalaku dengan tangan kirinya sedangkan tangan kananya tersibak keatas.

Wanita umur 14 tahun pastinya di kelaminya belum ditumbuhi rambut rimbun, sebagian tipis serta baru mulai berkembang nampak dikala saya merayap turun dari perutnya kebawah pangkal selangkanagnnya. Saya geser posisiku dengan menarik keatas pinggulku, dengan posisi itu Tika mulai memberanikan diri mengusap kontuolku sembari memandang lekat- lekat kontuolku.

? Besar? pikirnya, itu saya ketahui setelah itu dari novel hariannya yang saya ambil dikala ia kekamar mandi. Saya belum berpengalaman dalam session ini, hingga langsung saya julurkan lidahku menjilati langsung klentit serta seluruhnya serta menghirup memakai mulutku.

? Hhmmppphh??

? Akkhhh?!?

Tidak dinyana Tika kaget dengan apa yang saya jalani, refleks ia mengatupkan pahanya sehingga kepalaku terjepit. Refleks pula genggamannya di kontuolku menegang, tetapi ia tidak memejamkan matanya. Dipandangnya kontuolku yang telah menghasilkan cairan bening ciri birahi dari ujung kepala kontuolku.

? Masukin pah, telah siang,? pintanya sembari menggeser tubuhku darinya.

Saya merebahkan tubuhku keatasnya, Tika membuka kedua kakinya, memberiku keleluasaan memusatkan kontuolku serta,

? Blesss??

Kontuolku melesat masuk kedalam liang vaginnanya yang telah basah langsung hingga kedasarnya, hangat, lembut serta kenyal. Kontuolku semacam diremas oleh kelembutan serta kehangatan, dipilin oleh cairan birahi serta kami pagi itu menyatu dengan badan bugil.

Tika memelukku serta kembali semacam tadinya mengaitkan kedua kakinya keatas pinggulku serta saya memacu, melesatkan berulangkali kontuolku kedalam tempiknya. Silih menderu nafas kami berkejar- kejaran, sesekali Tika tersipu malu dikala ia membuka kelopak matanya serta saya sangat dekat diatasnya memandang tajam kearahnya, tersipu dengan rona wajah memerah serta menyembunyikannya kebawah pundakku. Saya terus menayunkan pinggulku naik turun, suara- suara yang kesimpulannya terbiasa di kuping kami mengiringi derit ranjang yang terdengar pelan sebab goyangan kami.

? Paahhh??

? Sayanggg??

Hentakan birahi merayap keujung kontuolku, dengan sekuat tenaga saya berupaya menahannya. Sedangkan dengan tegang memelukku erat serta mengapitkan kedua pahanya kuat- kuat di pinggulku. Dinginnya hawa pagi dengan jendela bercermin nako menimbulkan kami terus menjadi birahi.

? Ahhh??

Tika melenguh, mengejang, bergetar serta jepitan vaginnanya meremas- remas kontuolku dikala saya hentakkan- hentakkan sampai dasar vaginnanya dimana rambut kelaminku menggesek- gesek klentitnya dikala beradu. Dalam hitungan detik, akupun mengejang, sembari menggigit balik telinganya serta tangan meremas payudaranya saya hujamkan kuat- kuat kontuolku.

? Ak- akkk- akkhhh?!?

? Croot? serrr? croot, croot? crooot??

Kami terdiam, Tika telah terkulai lemas dengan bersimbah peluh serta saya perkenankan kontuolku terjepit vaginnanya yang berdenyut- denyut lembut. Saya memeluknya serta desah nafas kami yang semula menderu- deru berlahan- lahan mulai tertib.

? Pah, dah siang loh, saya tidak ingin bolos lagi,? Tika mengingatkanku sembari tersenyum. Kemudian saya kecup bibirnya serta nampak di leher balik telinganya membekas gigitanku. Dikala kami berpakaian nampak nyaris sekujur badannya penuh dengan? cupang?- an serta gigitan mesraku. Buah dada kirinya membekas jemari kananku tadi dikala saya hendak orgasme. Tika tersenyum dikala saya memandang badannya,

? Hasil karyamu pah,? seraya mengenakan kembali behanya.

? Karya abstrak mah,? kemudian saya hampiri ia serta saya belai kelaminya yang masih melelehkan spermaku.

? Tidak dicuci dulu mah?

? Enggak ah, biarin saya senantiasa merasakan milikmu pah.?

Jam menampilkan jam 7. 50 dikala Tika mengayuh sepedanya serta saya berjalan ke jalur besar buat menunggu angkutan universal. Biasa, buat cari senggolan terlebih jam mendekati waktu masuk.

Sempat sesuatu kala saya mewakili sekolahku dalam ajang lomba menggambar, cukup saya mempunyai bakat menggambar. Saat sebelum jam 1 saya telah kembali, saya longokkan kepalaku nampak Tika lagi mengerjakan PR- nya. Melihatku ia beranjak keluar lewat pintu balik.

Darah mudaku mendadak bergelora, saya hampiri serta saya lumat bibirnya.

? Nyaris jam 1 pah,? demikian ia menegaskan, berarti 30 menit lagi ibu dan bapaknya kembali. Sontak saya memohon ia nungging dengan kedua tangan diatas dipan bambu( telah ditukar dengan yang baru) kemudian saya sibakkan rok yang dipakainya, celana dalamnya saya plorotkan serta lidahku dengan kilat menjilati tempiknya.

Ups, he? he? sedikit pesing, sebodo amat. Kemudian saya arahkan kontuolku ke vaginnanya serta,

? Sleeebbb? bleeesss??

? Ahhhh??

Tika kaget serta sedikit meringis menahan nyeri tetapi cuma sebentar serta napasnya telah mulai tidak beraturan. Berselang 5 menit dengan mencengkeram tepian dipan bambu sembari? mekangkang? Tika menggeliat seraya melenguh kokoh.

? Aahhhh??

Saya pegang pantatnya dengan kedua tanganku, saya sodokkan kedepan serta kebelakang pantatku sehingga kontuolku bebas melesak keluar serta kedalam. Kemudian saya remas dengan mencengkeram pantatnya manakala kontuolku memuntahkan spermaku.

? Ahhhh? hh? ahhh??

? Serrr? serrr? serrr??

Cairan kental putih muncrat didalam vaginnanya seraya memunculkan bunyi? ceplak- ceplak- ceplak?, belum puas saya teruskan genjotanku sampai- sampai Tika nyaris jatuh terkulai jika saja tidak saya topang pinggulnya dengan kedua tanganku.

Semangat mudaku menggelora, saya terus memacu serta memacu. Kontuolku yang semula terasa ngilu sebab telah melontarkan airmaniku berlahan kembali memperoleh kekokohannya. Saya mati- matian supaya kontuolku sehabis menghasilkan airmani tidak terkulai. Saya paksa semangatku supaya kilat mencapai birahi kembali.

Tika cuma menggigit bibirnya, lemas sekali. Sendi- sendinya serasa ingin lepas, napasnya tersengal- sengal. Rasa pening menghantam kepalanya tetapi tempiknya nyatanya tidakmau kompromi, berlahan cairan birahi membasahi gesekan kontuol serta tempiknya.

Tika tidak kuasa menahan hentakan birahi yang berlahan mulai merambat naik ke ubun- ubunnya. Merayap ke seluruh ujung syarafnya, jantungnya berdegup dengan kencang, matanya terbelalak dengan seluruh otot diwajahnya menyembul menimbulkan rona mukanya memerah.

? Akkk? hhhhhh?!?

? Crooot? crooot? crooot??

? Ah??

Bertepatan kami dihempas oleh puncak birahi, bertepatan kami dihantam oleh kenikmatan surgawi serta bertepatan kami jatuh terjerembab keatas dipan bambu serta seolah- olah dunia terasa melayang. Tika jatuh tanpa energi keatas dipan menyisakan lelehan mani di selangkangannya dibawah benjolan pantatnya, nyatanya ia pingsan!

Disekolah saya tercantum siswa yang biasa- biasa saja, sebaliknya Tika tercantum jenis siswa kelompok? dodol? alias? bego? serta jenis wanita? non nominasi? pantes saja saya radak? Gram? langsung main tancep pedang aja. Hebatnya saya tidak puas cuma sekali, sangat sedikit 2 kali, inikah khasiat akibat rendaman air teh basi? Bisa jadi kali ya ha? ha?

Telah 3 bulan saya setubuhi Tika, sepanjang itu pula ia tidak berbadan dua. Luar biasa, membuat saya ketagihan. Sangat tidak terdapat waktu lowong saya dengan ia buat tidak bermain sex. Terus cerah serta cerah terus, saya memperlakukan Tika bagaikan obyek serta bukan bagaikan subyek, duh memanglah saya sadari saya betul- betul jahat. Tidak tidak sering Tika dekat jam 2 siang menyusup masuk ke kamarku, memohon jatah dikala kedua ibu dan bapaknya rehat siang. Nyatanya apa yang kami jalani disiang itu tidak lepas dari mbak Srini sahabat kosku yang seseorang guru SD, nanti saya ceritakan pada bagian tertentu biar cerita ini tidak sangat panjang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Corgi