HOT69SEKS.COM - Panggil saja saya Fire. Sebab saya tidak mau jadi siapapun pula kecuali jadi api. Yang senantiasa membakar serta menggairahkan. Awal mulanya saya tidak menyadari bakat( ataupun kelainan) ku ini. Saya merupakan seseorang wanita yang baik- baik saja dari kecil sampai berusia. Tetapi kala awal kali saya memahami seks, saya temukan yang lenyap dalam diriku.
Kulepaskan keperawananku pada pacar pertamaku. Vega namanya. Semenjak dini dia memanglah cuma iseng padaku. Teman- temanku mengatakan kalau dia cuma hendak memacariku hingga saya membebaskan keperawananku padanya. Dikala itu, kembali sekolah, semacam biasa dia menjemputku. Kebetulan orang tuaku lagi keluar kota. Saya ketahui kalau dia tidak hendak mengantarku kembali.
Nyatanya benar. Dia membawaku ke suatu motel. Dengan gayanya yang sok Don Juan, dia membebaskan pakaianku. Dikala itu yang terdapat dalam kepalaku cuma perasaan mau ketahui. Kemudian Vega menelanjangiku, serta menidurkan saya ke atas ranjang. Kubiarkan dia meremas remas payudaraku yang besar( 36B). Terdapat rasa aneh semacam menggelitik dikala itu. Vega menciumi serta menjilati puting susuku. Kemudian tangannya yang satu lagi menjalar ke vaginaku.? Akhh..? tidak terasa saya mendesah. Lidah Vega menjilati putingku kemudian bergeser ke payudaraku yang satu lagi. Kedua putingku membeku.
Seketika kurasakan jari Vega masuk ke dalam vaginaku. Serta dia memain- mainkan jarinya. Saya merasa nikmat, tetapi pula sedikit sakit.? Oohh.. Sakit, Veg..? ujarku. Vega terus menjilat serta menyedot putingku. Saya menggeliat- geliat sedangkan tanganku menjambak rambutnya. Dikala itu Vega langsung membuka pakaiannya. Kami berdua saat ini bersama telanjang. Saya bisa memandang penisnya yang mengencang, tersembul kala dia membebaskan celana dalamnya. Bulu- bulu rimbun penuhi kemaluan serta pahanya. Tanpa basa- basi, Vega langsung memasukkan penisnya ke dalam vaginaku.? Aaww!!? Saya merasa kesakitan. Saya berupaya mendesak Vega, namun dia sangat kokoh. Nampak sekali kalau dia sangat bersusah payah buat memasukkan kemaluannya.
Vega merentangkan kedua pahaku serta kembali berupaya memasukkan penisnya.? Akhh.. Sakit, Veg..? Kemudian, bles.. seketika penisnya telah masuk ke dalam vaginaku. Dengan kilat dia menggesek, mendesak penisnya dalam vaginaku.? Kalian suka tidak, sayang. Kalian suka tidak sama punyaku?? ucapnya sembari terus mendesak penisnya tanpa mencermati saya yang mengerang serta menjambaki rambutnya. Ditengah- tengah rasa sakitku, sesungguhnya saya merasakan kenikmatan.
Kemudian seketika Vega mencengkram bahuku serta seketika dia mengerang serta menghasilkan penisnya serta menjulurkannya ke atas dadaku. Creett.. Mani menyembur serta membawahi dadaku. Kulihat kepuasan di wajah Vega. Saya tidak paham apa yang terjalin dikala itu. Setelah itu Vega menggeletakkan dirinya di sebelahku. Saya bangkit serta mensterilkan mani di dadaku. Dikala itu saya memandang darah sedikit di atas sprei. Dikala itu pula saya menyadari kalau saya tidak perawan lagi. Benar pula, semacam kata teman- temanku, Vega memanglah memutuskan saya, sebagian hari sehabis itu. Anehnya, saya tidak menyesal. Malahan dikala itu saya merasa kalau saya jadi berbeda serta lebih kokoh.
Selang sebagian tahun sehabis itu, saya berpacaran dengan sebagian sahabat lelakiku serta senantiasa berhubungan initim. Begitu lepas SMA, Papa mengirim saya ke UK buat sekolah manajemen. Di situ saya tinggal sendiri di suatu apartemen kepunyaan saudara Papa. Terdapat suatu bar di situ yang bernama Lorga. Tiap akhir minggu saya senantiasa ke situ. Lambat- laun, para bertender di situ tahu denganku. Dikala itu saya betul- betul jenuh dengan kehidupan seksku. London sangat leluasa. Saya sempat tidur dengan beragam lelaki. Black, White, Chinese, Japan, nyaris seluruh ras sempat saya pacari serta getting laid. Pink, salah satu bartender di Lorga, yang kebetulan sempat getting laid denganku menganjurkan buat tiba ke suatu acara individu temannya.
Kemudian saya juga berangkat ke situ. Warnanya acara itu merupakan suatu acara seks. Tanpa ketahui temannya, saya juga bergabung dengan keramaian di situ. Kala saya tiba, seluruh orang telah silih melekat serta terdapat pula yang telah mengawali. Musik underground terdengar penuhi dadaku. Awal mulanya saya bimbang hendak apa.
Kesimpulannya saya bergabung dengan suatu kelompok di suatu sudut, 5 orang lelaki serta 2 orang perempuan, seluruhnya telanjang. Saya lepaskan segala pakaianku serta bergabung dengan mereka. Kala saya mendekat, mereka seluruhnya tidak terdapat yang tersendat. Salah satu laki- laki di sana, seseorang laki- laki latin( Namanya Ronnie, dari Itali) mempunyai penis yang sangat besar? menganggur?. Yang lain, penisnya lagi di jilat oleh kedua perempuan itu. Saya meremas penis laki- laki itu. Laki- laki itu lagi menjilati puting salah satu perempuan di sana. Saya juga mulai mengulum penisnya.
Seketika kakiku direnggangkan oleh seseorang lelaki. Saya merasakan basah di vaginaku. Warnanya seseorang lelaki Negro tengah menjilati vaginaku. Tanganku mulai menekan- nekan penis laki- laki itu sedangkan laki- laki Negro itu menyedot vaginaku. Serta seseorang lelaki yang lagi bercinta dengan seseorang perempuan lain menjilati puting payudaraku. Sangat hebat serta nikmat. Saya sangat terangsang.
Seketika laki- laki yang lagi saya sedot penisnya menarik kepalaku. Dia menatapku kemudian menciumi bibirku. Kelihatannya dia mau memasukkan penisnya ke dalam vaginaku, namun mereka mengeroyokku. Seketika sang Negro membalikkan tubuhku. Warnanya dia mau doggy gaya denganku. Dia memasukkan penisnya yang sangat besar ke dalam lubang vaginaku. Kemudian dia mengocok penisnya ke dalam vaginaku. Saya sangat terangsang. Laki- laki Itali itu memperhatikanku. Entah kenapa saya semacam tertantang. Nampak seseorang perempuan di depanku baru berakhir disetubuhi oleh seseorang lelaki. Saya langsung menciumi puting perempuan itu serta menciumi bibir perempuan itu. Laki- laki Itali itu mendekati kami serta memasukkan penisnya ke dalam Miss V perempuan itu. Doggy gaya pula, sama semacam sang Negro denganku
Tetapi saya tidak sanggup lagi buat mencermati laki- laki Itali itu sebab seketika 2 orang lelaki mendekati saya serta menarik rambutku, memohon supaya saya melaksanakan blow job. Saya kemudian menjilati penis lelaki itu, sedangkan salah satu perempuan di dekatku menghirup puting payudaraku. Malam itu malam terhebat yang sempat saya lewatkan. Tubuhku disembur oleh mani dari beragam lelaki di sana.
Kala pagi, tubuh- tubuh telanjang bergeletakan di lantai. Tanpa saya sadari. Laki- laki Itali itu rebahan di sampingku.? What? s your name?? tanyanya. Akupun membagikan nama, alamat serta no teleponku. Ronnie, laki- laki itu mengundangku buat tiba ke pertemuan selanjutnya yang kebetulan dilaksanakan di rumahnya. Saya langsung menyanggupi. Kala saya kembali, saya senantiasa tidak mengidentifikasi mereka, merekapun tidak mengenali siapa saya, kecuali Ronnie.
Langsung ke weekend selanjutnya, saya tiba ke rumah Ronnie. Warnanya acara belum diawali. Cuma saya sendiri di sana, berdua dengan Ronnie. Kami tidak mengobrol sebab Ronnie langsung menelanjangiku. Kali ini dia malah tidak membebaskan pakaiannya. Dia malah menggunakan suatu rantai di leherku.? Your going to love this.? Katanya. Kemudian Ronnie membebaskan kemejanya. Pada dikala yang bertepatan, terdengar ketukan di pintu. Ronnie membukakan pintu. 3 orang laki- laki masuk. Salah satunya laki- laki Negro bartender itu yang kulihat di acara yang kemudian. Mereka nampak bahagia melihatku. Langsung saja mereka membebaskan kemeja mereka.
2 orang yang lain masuk ke kamar Ronnie serta kembali dengan suatu kamera video. Ronnie mulai menarik rantaiku serta menyuruhku duduk di lantai. Laki- laki Negro itu mengikatkan tambang kecil di segala tubuhku. Saya tidak bisa bergerak. Tangan serta kakiku diikat jadi satu. Ronnie membebaskan celananya serta menekan kepalaku sedangkan sang Negro memegangi pahaku serta mulai menciumi vaginaku. Laki- laki yang yang lain mulai membebaskan pakaiannya sedangkan yang satu lagi merekam kami. Anehnya, saya betul- betul menyukainya. Ronnie benar. Saya menghirup penis Ronnie. Ronnie menjambak rambutku. Sang Negro menjilati klitorisku sampai betul- betul becek. Laki- laki yang satu lagi, lebih kurus dari Ronnie, sang Negro serta yang memegang video menciumi payudaraku. Kemudian sang Negro berakhir menciumi vaginaku. Dia memukuli pantatku sampai saya kesakitan. Mulutku penuh dengan penis Ronnie. Sedangkan saya merasa pantatku panas sebab dipukuli oleh sang Negro.
Sang laki- laki kurus membebaskan ikatanku. Sang Negro menarik pinggulku sampai sang laki- laki kurus terletak di bawahku, sedangkan Ronnie, sembari memegangi rantai leherku, terus kujilati penisnya. Seketika, sang laki- laki kurus memasukkan penisnya ke dalam vaginaku. Namun saya merasakan sang Negro membuka pantatku. Awal mulanya saya agak takut. Saya membebaskan penis Ronnie dari dalam mulutku, namun Ronnie, menarik rantai leherku serta menekan kepalaku supaya saya terus menjilati penisnya.
Serta bleg, saya merasakan penis sang Negro masuk ke dalam pantatku.? Akhh.. It? s hurt!? jeritku, tetapi Ronnie menamparku serta kembali menarik rantai leherku serta memasukkan penisnya ke dalam mulutku. Saya merasa diperkosa. Sang laki- laki kurus menekan- nekankan penisnya ke dalam vaginaku, sedangkan sang Negro terus menekankan penisnya ke dalam duburku, sedangkan sang laki- laki video terus merekam. Ronnie terus menjadi keras menjambak rambutku. Tanpa terasa saya menikmatinya. Bisa jadi sebab kecil, sang Negro orgasme duluan. Dia menyemprotkan spermanya ke punggungku. Laki- laki video nampak sangat horny. Dia mengoper video itu ke laki- laki Negro serta mengambil alih posisi laki- laki Negro, membuka celananya serta menghasilkan perlengkapan vitalnya yang telah membeku ke dalam duburku. Saya betul- betul merasa nikmat.? Aakhh.. I think I? meter coming..? desahku.
Ronnie menyudahi memaksaku buat menjilati penisnya, sedangkan laki- laki kurus terus menekan penisnya sembari menjilati puting payudaraku serta sang laki- laki video terus menekan- nekankan duburnya. oohh.. yeaahh.. akkhh!! I? meter coming..? jeritku sembari merejang, mengencang, sedangkan laki- laki kurus terus mengulum puting susuku serta menekan- nekankan penisnya. Serta saya orgasme. Laki- laki kurus tidak lama setelah itu pula menyemprotkan spermanya. Begitu pula laki- laki video. Laki- laki kurus membanting tubuhku serta menyemprotkan spermanya ke badan serta mulutku. Saya merasa sangat letih. Tetapi saya menggosok- gosokkan mani ke segala tubuhku.
Laki- laki Negro mendekatkan kameranya kepadaku, dari mulutku yang penuh mani, ke tanganku yang mengusap- usapkan mani serta ke vaginaku yang sangat basah. Sehabis itu ketiga laki- laki itu menciumi bibirku, putingku serta berkata kalau saya sangat hebat. Ronnie masuk sembari bawa segelas air serta suatu kapsul. Ronnie pula memujiku. Dia menyuruhku buat meminum kapsul itu. Dia berkata kalau saya hendak jadi pulih serta lebih kokoh sehabis minum kapsul itu.
Benar pula. Belum berapa lama, saya telah merasa bertenaga. Saya menanyakan pada mereka buat apa video itu. Warnanya mereka mengoleksi video- video semacam itu. Saya memohon kopinya. Saya tidak keberatan dengan video itu. Saya menggemari serta sangat menikmati atmosfer tadi. Ronnie menawarkan saya buat turut kembali minggu depan. Tetapi minggu depan mereka hendak mengadakannya di alam terbuka. Saya sangat tertarik. Begitulah kehidupanku di situ. Tiap akhir minggu, senantiasa terdapat new experience bersama Ronnie. Terkadang, saya merindukan atmosfer itu di Jakarta. Apakah ada?
Sabtu, 11 Januari 2020
Tags
# FREE SEX
About Yunita Puspita
FREE SEX
Label:
FREE SEX
Langganan:
Posting Komentar (Atom)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar