Adik Dan Mamaku Saat Di Rumah - MAJALAH SEKS DEWASA

Breaking

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5fuEp_fJGYLi2M-CGdsOtvUTnnEkPd4kbgSFjRcilgSVCllTXc6spUl3CmyTUR4sySIKcVjh1ephOvX5mNZ62q5kIZgPx7d3zmYHz1CfXy33tvML1i56igFv47uHgLqLRLnYqcytrmlf0/s1600/logo.gif

Sabtu, 11 Januari 2020

Adik Dan Mamaku Saat Di Rumah

HOT69SEKS.COM - Kuliah merupakan tempat seorang buat menyelesaikan cita- citanya. Serta pula bisa jadi tempat di mana kita hendak memahami suatu dunia baru. Dunia ini begitu luas, sampai- sampai kita tidak siuman kalau dunia itu sedikit demi sedikit pengaruhi kita. Kita tidak heran banyak orang- orang yang berangkat kuliah kembali ke kampung tamannya telah berganti ekstrem. Dari mereka yang sifatnya lugu jadi sok gaul, dari mereka yang sifatnya kurang baik dapat jadi kembali jadi orang yang alim banget. Inilah yang terjalin padaku, suatu pengalaman yang entah saya wajib menyebutnya apa. Namaku Gun, sebut saja begitu. Seseorang mahasiswa fakultas Tehnik di kampus X, salah satu PTS populer di kota Y.

Terdapat perasaan kangen sesungguhnya ama kampung taman. Serta perasaan itu juga masih terdapat hingga saat ini, maklum sebab kesibukanku, saya kembali cuma setahun sekali. Tidak hanya menjajaki organisasi kampus serta banyak ekstrakulikuler, saya pula dihadapkan pada agenda perkuliahan yang padat. Tetapi pada semester kelima ini, saya ingin mengambil cuti buat sebagian waktu. Berita tidak lezat tiba dari kampung taman. Baru saja keluargaku di kampung taman memperoleh bencana, suatu musibah. Bapak wafat serta ibuku hadapi koma. Sebaliknya adikku baik- baik saja. Mulai dari sinilah kehidupanku berganti.

Bapak yang salah satunya orang yang membiayai kuliahku berangkat. Sehingga dari mari, saya wajib membanting tulang sendirian, buat ibuku, adikku serta diriku sendiri. Kesimpulannya kuliah ini saya tunda dahulu. Saya mengajukan cuti satu semester. Waktu cuti itu saya manfaatkan buat membanting tulang. Saya tidak dapat mengandalkan dari peninggalan ayahku. Karena jika saya mengandalkannya, saya tidak dapat membiayai seluruh keperluan kami. Serta syukurlah saya diterima bekerja di suatu industri swasta, meski berbekal kemampuanku di bidang analisis informasi, saya memperoleh pendapatan yang lumayan.

Ibuku merupakan seseorang perempuan yang sangat menawan sesungguhnya. Umurnya baru 38 tahun. Dia menikah muda dengan ayahku. Serta hingga saat ini dia senantiasa dapat melindungi kemolekan badannya. Sempat sih waktu masih anak muda saya beronani membayangkan ibuku sendiri. Tetapi perihal itupun tidak berlangsung lama, cuma sebagian dikala saja. Serta adikku masih sekolah SMP, namanya Arin. Seseorang wanita periang, menawan serta imut. Banyak cowok2 yang tergila- gila pada adikku itu. Serta sangat tidak terdapat salah satu sahabat cowoknya yang pedekate ama ia, tetapi yaaa? masih takut- takut.

2 minggu sehabis musibah itu, ibuku siuman dari komanya. Mulanya dia tidak ingat apa- apa, tetapi sehabis 3 hari terletak di rumah, dia juga ingat. Tetapi sebab kondisinya yang masih lemah, dia juga tidak dapat berbuat banyak. Saya serta Arin gantian menjaganya. Bagaikan anak pria salah satunya dia betul- betul menyayangiku. Katanya dia mengingatkanku pada bapak. Saya ketahui dia sangat shock dengan peristiwa yang baru saja menimpanya. Saya serta Arin terus berupaya menghiburnya, hingga dia betul- betul sehat.

Hari itu semacam hari- hari tadinya, tetapi sedikit istimewa, sebab sahabat kuliahku ingin mengunjungiku. Kala kembali kerja, kami luangkan sejenak buat berkumpul. Mereka seluruh turut berbela sungkawa terhadap keadaanku saat ini. Tetapi tidak hanya itu mereka berupaya menghiburku, ada- ada saja ulah mereka, ialah memberiku kaset bokep, serta majalah2 hardcore. Kata mereka,? Ini buat menghibur loe sobat, supaya tidak berduka terus?. Sialan. Tetapi tidak apa- apalah, soalnya pula telah lama saya tidak nonton yang begituan. Tetapi nyatanya inilah sumber dari peristiwa berikutnya.

Saya kembali serta saya amati adikku lagi belajar di kamarnya. Ibuku telah dapat sedikit berjalan, walaupun masih berpegangan pada apapun yang terdapat di dekatnya.

? Kau telah kembali Gun??, tanyanya.

? Iya bu?, kataku.

? Jika ingin makan, di meja makan tadi adikmu beli suatu?, kata ibuku.

? iya?, kataku pendek.

Singkatnya saya mandi serta mengurung diri di kamar. Saya juga mulai menyaksikan bokep serta majalah- majalah hardcore. Mulanya sih agak aneh aja saya melaksanakan perihal ini, tetapi warnanya sedikit dapat menghiburku. Jam menampilkan jam sebelas malam, saya tidak siuman jika telah lama saya terletak di dalam kamar mengocok sendiri punyaku serta menontoni badan para perempuan itu. Saya keluar kamar dengan iktikad hati buat makan apa juga yang terdapat di meja makan.

Kala keluar dari kamar, saya melewati kamar ibuku. Astaga, apa yang saya amati itu? Ibuku yang mengenakan daster itu nampak tersingkap dasternya, sehingga saya dapat memandang CD- nya. Memanglah tubuhnya masih lembut. Saya mulai beranggapan jorok, ini tentu akibat barusan saya nonton bokep. Mukanya masih menawan, serta saya dapat memandang mukanya yang polos kala tidur. Saya berdiri di pintu kamarnya, memanglah pintunya terencana di buka supaya sewaktu- waktu jika dia memanggilku saya dapat dengar. Entah setan mana yang menguasaiku, akupun mengocok punyaku sembari membayangkan dia membelai punyaku. Saya kocok pelan- pelan.? Ohh?. Mega..?, saya panggil nama ibuku berbisik. Saya terus mengocok, kian lama kian kilat, serta maniku muncrat? CROOT?. CROTT?, banyak banget hingga mengotori lantai, buru- buru saya bilas dengan kain pel yang terdapat di sebelah pintu. Entah mengapa saya mulai beranggapan semacam itu. Tetapi rencana jelekku tidak hingga di sana saja.

Esoknya, saya libur, karena hari ini merupakan hari sabtu. Kantorku sabtu serta minggu libur. Arin telah berangkat ke sekolah. Saya bangun agak kesiangan. Bisa jadi keletihan sebab kejadian kemarin. Saya juga entah dari mana memiliki benak yang aneh- aneh lagi. Saya bernazar memandikan ibuku, saya mau memandang badannya yang utuh. Saya juga ke kamar ibuku, dia telah bangun serta lagi bersiap mandi.

? Bunda, bunda ingin mandi??, tanyaku.

? Iya Gun?, katanya.

? Boleh Gun, mandiin bunda??, tanyaku.

? Tidak harus Gun, bunda telah dapat sendiri koq?, jawabnya.

? Tidak apa- apa bu, keadaan bunda masih belum pulih benar?, kataku merayu.

Tidak memiliki benak yang lain, ibuku juga menanggapi,? Baiklah?.

Akupun mengantarnya ke kamar mandi. Inilah saatnya pikirku. Saya melihatnya melepas daster, BH serta CD- nya satu per satu. Tampaklah 2 buah toket yang masih mancung serta miss- v yang saya mau amati dari dahulu. Saya cuma terbengong, serta tidak terasa tongkolku telah tengah. Darah mengalir kilat ke ubun- ubunku.

? Mengapa Gun??, tanya bunda.

? Ah.. tidak apa- apa?, jawabku.

? Bajunya dilepas dong Gun, nanti basah?, kata ibuku.? Kalian belum mandi pula kan??

? I? iya?, kataku.

Saya juga melepas pakaianku. Ibuku agak kaget memandang punyaku yang tegang. Kemudian ia duduk di pinggir bak mandi. Seolah paham, akupun mengambil gayung serta menyiramkan ke badannya. Dia membilas wajahnya, dia ubah mengambil gayung serta menyiramkannya ke tubuhku. Kami betul- betul silih menggayung. Tibalah dikala menyabun. Saya mengambil sabun cair. Kusabuni punggungnya. Busanya melimpah, kemudian dari balik saya menyusuri pundak, sampai ke depan, saya agak khawatir memegang dadanya. Khawatir jika ia marah. Tetapi nyatanya tidak. Akupun sedikit membelai toketnya, serta agak meremas. Kami diam, serta cuma bahasa badan saja yang silih berucap. Ku basuh dari dadanya, sampai ke perut. Kala ingin mengarah miss- v, ibuku menahan.

? Jangan gunakan sabun ini, tidak baik buat kewanitaan?, katanya.? Bilas dahulu badan bunda?.

Saya juga bagi, saya guyang dia gunakan air. Sabun yang terdapat di badannya lenyap, kemudian dia mengambil pembersih spesial kewanitaan. Kemudian menyerahkannya kepadaku. Saya paham kemudian mulai menyabun tempat itu gunakan sabun tersebut. Mulanya saya cuma hanya menyikat, tetapi lambat- laun saya sedikit memegang kelentitnya, ibuku memejamkan mata sejenak. Kayaknya dia keenakan, saya teruskan, tetapi saya tidak berani lambat- laun. Dia agak tersentak kala saya menyudahinya. Dia menghisap napas agak dalam, kayaknya dia sedikit horni.

Saya mengguyang air di wilayah kewanitaannya. Bersihlah telah saat ini. Kemudian giliranku. Saya disabun oleh ibuku. Mula- mula punggung, dadaku yang bidang, kemudian perut, serta hingga di tongkolku yang tegang. Dia mengurut tongkolku sesaat, kemudian menyikat buah pelirku, kayaknya dia ketahui bagian- bagian itu. Lezat sekali sentuhan ibuku.

? E? bu? boleh Gun memohon suatu??, tanyaku.

? Apa itu??

? Gun kan telah berusia, serta paham soal beginian. Jika boleh saya mau bunda mengocok memiliki Gun sebentar bu?, saya berkata perihal yang aneh- aneh. Yang memanglah tidak perkikirkan tadinya.

Ibuku terdiam.

? Maaf bu, saya tidak bermaksud demikian, cuma saja, saya bagaikan pria wajar siapa saja, tentu hendak merasakan perihal semacam ini?, kataku.

? Iya, bunda faham, anak bunda telah berusia?, katanya.

Tangannya yang lembut itu juga kesimpulannya mengocok punyaku, membelainya. Oh? apa ini? Saya serasa melayang. Dia betul- betul mengocok tongkolku yang telah tegang. Kejadian itu sangat erotis sekali. CLUK?. CLUK? CLUK? bunyi tongkolku yang dikocok berpadu dengan air sabun. Busanya sangat banyak, saya mau sekali meremas toket ibuku.

? Bu, boleh Gun meremas dada bunda??, tanyaku.? Gun sangat terangsang sekali?.

? Maafkan bunda nak, sepatutnya tidak begini. Gun tidak boleh macam- macam sama bunda, bunda sakit Gun?, kata bunda.

? Jika bunda tidak mengijinkan pula tidak apa- apa, tetapi Gun tidak tahan lagi?, kataku.

Saya juga mencengkram pundak ibuku, tanda- tanda ingin orgasme. Ibuku ketahui perihal itu, serta dia mengocok tongkolku dengan kilat, CROOT?.. CROOT?.. CROT?. mani muncrat ke mukanya, dadanya, serta perutnya. Banyak sekali. Sebagian membeler di jemarinya.

? Telah Gun??, tanya bunda.

? I? iya??, kataku lemas.

Ibuku kemudian mensterilkan spermaku yang terdapat di badannya dengan membasuhnya dengan air.

? Jangan bilang ini sama Arin ya?, katanya.? Ataupun orang lain.?

Kami lekas keluar dari kamar mandi. Entah apa yang saya jalani barusan. Tetapi saya sangat menikmatinya. Ibuku serta saya cuma mengenakan handuk saja. Saya membawanya hingga ke kamar. Di kamar saya masih horny, dengan posisi ibuku yang saat ini cuma gunakan handuk saja, membuatku kian terangsang.
Saya tidak kuasa menahan godaan ini. Sehabis ibuku saya dudukkan. Saya duduk di sebelahnya.

? Bu, maaf jika tadi Gun lancang di kamar mandi?, kataku.

? Tidak apa- apa Gun, pria wajar juga tentu demikian, apalagi dapat lebih?, kata ibuku.

? Bu, apakah boleh Gun amati lagi dada bunda??, tanyaku.

? Buat apa Gun??, tanyanya.? Bunda masih sakit Gun?.

? Sebentar saja bu, boleh ya??, tanyaku.

? Baiklah?, katanya.

Dia membuka handuknya, tampaklah 2 buah bukit kembar yang saya mau. Saya memegang putingnya, entah mengapa seketika saya menyusu di situ.

? Oh? Gun? jangan Gun?. ahkk?, ibuku nampak tidak melawan meski saya menghirup susunya. Mengunyah putingnya, menggigit serta meremas keduanya. Tidak terasa, dia telah tiduran tanpa sehelai benang juga. Saya juga menciumi perutnya, sampai ke miss- v- nya. Miss- v- nya yang keset membuatku kian bergairah. Ibuku terus meronta jangan serta jangan. Saya tidak hirau, nafsu telah di ubun- ubun. Ibuku nampak terangsang dengan perlakukanku itu. Dia juga secara tidak terencana membuka pahanya, tongkolku telah siap, serta saya telah terdapat di atas ibuku. Kedua bibir kemaluan berjumpa. Ibuku nampak meneteskan air mata.

? Maaf, bu, tetapi Gun tidak kuasa menahan ini?, kataku lagi.

Penisku kugesek- gesekkan di bibir miss- v- nya. Agak geli serta lezat. Ini merupakan saya membebaskan keperjakaanku kepada ibuku sendiri. Saya senggol- senggol klitorisnya, ibuku memejamkan mata, dia menggelinjang, tiap kali kepala penisku menyentuhnya. Kemudian akupun memasukkannya. Miss- v- nya telah basah sekali. Tidak butuh tenaga banyak buat dapat masuk. SLEEB!! Sensasinya luar biasa. Saya tidak hirau dia ibuku ataupun bukan saat ini. Saya telah menggenjotnya naik turun. Pinggulku saya gerakkan maju mundur dengan ritme lagi. Kurasakan sensai miss- v ibuku yang masih seret menjepit tongkolku yang panjang serta besar itu. Saya upayakan ibuku pula merasakan sensasi ini. Saya angkat bokongnya, saya remas. Kakinya mulai kejang serta menjepit pinggangku.

? Ohh?. Ahh? terus Gun? kilat selesaikan, kilat Gun?.?, kata ibuku. Dia mencengkram sprei tempat tidur. Dia menggigit bibirnya. Mukanya yang menawan serta bibirnya yang seksi membuatku terangsang. Dadanya naik turun, oh? seksi sekali.

? Mega, badanmu nikmat Mega? ahh?. saya mau ngent*t terus denganmu, saya mau keluar Mega? OOHH? Ahhhh?, saya percepat goyanganku. Ibuku juga kayaknya ingin keluar, dia bangkit dengan bertumpu kepada kedua tangannya, tanda- tanda orgasme. Saya pula keluar. Spermaku muncrat di dalam rahimnya, saya tekan kuat- kuat. Kesimpulannya fantasiku buat ngent*t dengan ibuku sendiri kesampaian. Saya benamkan dalam- dalam penisku, hingga spermaku betul- betul tidak keluar lagi. Ibuku lemas. Dia masih beralaskan handuk sisa mandi. Saya lama- lama mencabut penisku. PLOP..!! suaranya kala saya cabut.

? Maafkan saya bu, tetapi lezat sekali?, kataku.

Saya tiduran di samping ibuku. Ibuku memukulkan tangannya ke dadaku.? Kalian bajingan!!? Ibuku kemudian menangis. Dia membelakangiku, sembari memeluk dirinya sendiri.

Perlu waktu lama buat dirinya dapat diam. Hingga kurang lebih 30 menit setelah itu, nafsuku bangkit lagi, sebab masih melihatnya telanjang. Saya mempersiapkan penisku yang tegang lagi. Kali ini bukan fantasi, inilah yang saya rasakan. Saya mendekatkan penisku ke pantatnya, saya sentuh pinggulnya, kemudian saya masukkan penisku ke vaginanya. Tidak butuh susah- susah serta Bless?.? Aah? Gun, kalian ingin apa lagi? Tidak cukupkah kalian menyiksa bunda??

? Gun, tidak tahan nih bu, Gun jugakan masih perjaka?, kataku. Posisiku saat ini dari samping. Serta saya keluar masukkan penisku. Pantatnya serta perutku beradu. Sensasinya luar biasa. Pantatnya betul- betul seksi, semok serta menggiurkan. Saya tidak perlu waktu lama buat dapat ejakulasi lagi di dalam rahimnya. Serta kala puncak itu saya memeluk ibuku

Sensasinya aneh memanglah, tetapi nikmat sekali. Sehabis itu saya betul- betul meminta maaf.

? Maafkan Gun bu, maafkan Gun?, kataku.

Kemudian ibuku menyuruhku buat keluar kamar. Saya juga keluar. Saya kembali ke kamarku serta memikirkan apa yang terjalin barusan. Saya telah jadi anak durhaka.

Arin kembali. Ibuku bertingkah semacam biasa. Seolah- olah tidak terjalin apa- apa. Tetapi tatapan kami memiliki makna. Antara malu, khawatir serta bahagia saya bimbang.

Esoknya, hari minggu. Ibuku nampak agak bahagia. Kesehatannya sedikit pulih. Dia dapat berjalan wajar. Dia seakan melupakan peristiwa kemarin. Apakah bisa jadi gara- gara apa yang saya jalani kemarin? Dapat jadi. Tidak butuh waktu lama memanglah buat dapat mencerahkan mukanya lagi. Dia telah bahagia dengan pertumbuhan kesehatannya.

Malamnya, ibuku mau tidur di kamarku. Entah mengapa dia mau begitu. Serta saya juga mengiyakannya. Jam 12 malam. Kala Arin telah tidur. Serta saya terletak di samping ibuku. Kami seranjang. Saya ketahui dapat saja dikala itu saya telah bercinta dengannya, tetapi terdapat suatu yang membuat kami tidak melaksanakannya.

? Kayaknya kesehatan bunda mulai pulih akibat itu Gun?, katanya.

? Tetapi inikan baru satu hari bu, serta Gun sangat menyesal melaksanakannya kemarin?, kataku.

Bunda bangkit, kemudian dia merendahkan celana pendekku. Tanpa babibu, dia telah mengulum penisku. Saya kaget memperoleh sensasi itu. Tidak terdapat wajah jaim, tidak terdapat rasa penyesalan semacam kemarin. Dia telah mengulum penisku, seseorang Blow Jober pro. Dia mengocok, mengulum, menjilat. Dengan ganas dia lumat tongkolku dengan mulutnya yang seksi itu. Dia pula gesek- gesekkan ujung penisku ke putingnya, kemudian dia jepit dengan dadanya. Akupun tidak menyia- nyiakan ini, saya lekas melepas bajuku, kemudian bajunya. Kami telah telanjang, serta dia masih mengoralku. Saya tiduran dengan menikmati sensasi yang sedikit aneh, tetapi nikmat. Oh tidak, rasanya saya ingin keluar?. sedotannya betul- betul mantap. Saya tidak kuasa lagi serta? aahh.. benar? CROT? CROT? CROT? spermaku tidak sebanyak kemarin pagi. Tetapi lumayan buat penuhi isi mulutnya. Dia menyedot spermaku hingga habis.

? Nih amati?, kata ibuku sembari membuka sedikit mulutnya. Saya dapat amati lidahnya yang terbungkus cairan putih spermaku.

? Bunda hebat?, kataku.

? Bunda masih belum puas?, katanya. Dia kemudian menelan spermaku bulat- bulat.? Ah..?

Saya bangkit serta langsung nenen. Saya menenen kepadanya semacam balita, kali ini kami All Out. Tidak semacam kemarin. Kami silih mendesat, silih menggigit. Ibuku terdapat di atas, serta saya tiduran. Penisku telah tegang lagi serta mengacung ke atas. Dia berjongkok serta menuntun penisku masuk miss- v- nya dengan tangannya. Dia juga naik turun sembari tangannya bertumpu pada pahaku. Kian lama dia kian kilat gerakannya. Saya pula tidak kuasa, apalagi saya bisa- bisa jebol duluan. Dia ketahui jika saya ingin jebol, Dia hentikan gerakannya, dia ubah dengan meremas- remas telurku. Oh? ini baru, tehnik baru. Kala dia meremas telurku, nampak nafsuku yang telah dipuncak seketika lenyap. Kemudian sehabis sebagian dikala setelah itu, dia bergoyang lagi naik turun. Dia terus mengulangi perihal itu jika saya ingin ke puncak, rasanya spermaku berkumpul di ujung penisku. Seolah- olah pijatan itu membuatku semacam menahan bom. Serta benar, kala ibuku ingin orgasme, dia lebih kilat bergerak. Dia naik turunkan lebih kilat dari tadinya, dia tidak lagi bertumpu di pahaku, tetapi di dadaku. Serta dia mengigau,? Oh? Gun? Oh? anak mama yang bandel?. tongkolmu gedhe Gun. Nikmat banget. Ibumu ini jadi budakmu Gun? Ahh? Hingga? hingga? bunda ingin hingga, kalian pula ya sayang, basahi rahim ibumu, hamili ibumu ini?.

Saya juga keluar serta langsung bangkit memeluk ibuku. Kami orgasme bersama- sama. Vaginanya sangat basah, begitu pula punyaku. Mani itu masuk ke rahimnya lagi. Banyak sekali, serta benar, spermaku tadi yang tertahan terkumpul di ujung serta melepas dengan semprotan yang luar biasa. Kami berpandangan sesaat, saya mencium bibirnya. Kami berciuman, saya masih memangkunya, serta tidak butuh waktu lama. Kami ambruk serta silih berpelukan. Kami tertidur.

Hubunganku serta ibuku sendiri saat ini telah semacam suami istri. Saya tidak ketahui gimana kami menyebutnya. Tiap malam saya senantiasa melaksanakannya, apalagi tidak masing- masing malam. Nyaris tiap hari, serta kesehatan ibuku kian membaik dari hari ke hari. Dokter juga terheran- heran dengan perihal ini. Serta tiap hari kami melaksanakan style yang berbeda- beda. Serta lelet laun perihal ini juga tercium oleh Arin.

Sesuatu dikala kala bunda tidur lebih dini, sehabis main denganku. Saya nonton televisi. Di ruang tengah nampak Arin pula terdapat di situ. Saya duduk bersebelahan.

? Saya ketahui kakak gituan sama bunda?, kata Arin.

Saya kaget pasti saja.

? Gituan gimana??, tanyaku jaim.

? Alaah, tidak harus sok alim deh kak. Kakak ngent*t ama bunda kan??, tanyanya.

? Jika iya mengapa??, tanyaku menantang.

? Asal bunda senang saja, Arin bahagia. Walaupun juga agak aneh rasanya kakak yang melaksanakan itu ama bunda?, katanya.

? Kalian kepengen ya??,

? Tidak ah?

? Alah, jika kau ingin bilang aja, tidak harus malu- malu, ataupun kalian telah sempat gituan ya??

? Belum sempat, serta jangan ngejek ya!??

? Kakak tidak yakin, kalian tentu udah tidak perawan?, kataku.

? Kakak jahat!?, katanya sembari memukul bahuku.

? Aduh, koq mukul?, kataku.

? Habisnya kakak jahat!?, katanya.

? Kau wajib ketahui, saya melaksanakan ini pula buat kesembuhan bunda, terus menjadi kakak melaksanakannya bunda terus menjadi membaikkan??

Arin diam sejenak,? Iya pula sih, bunda kian membaik?.

? Ingin tau rahasia??, tanyaku.

? Apa??, tanyanya.

? Sesungguhnya telah semenjak dari dahulu kakak mau begini sama bunda?, kataku.

? Busett? kakak nyatanya??, Arin menggeleng- geleng.

? Yee? ini pula sebab memanglah bunda perempuan yang menawan?, kataku.? Terlebih kakak pula telah berusia kan??

Entah gimana saya pula mau begitu dengan adikku. Memandang ia cuma gunakan celana pendek, apalagi saya dapat memandang putingnya yang menonjol. Kerutinan ia jika di rumah tidak gunakan BH. Sebabnya gerah. Jadi perihal ini juga membuatku kian terangsang.

Guna memancingnya saya keluarkan penisku. Serta mengurutnya.

? Kakak mengapa? Jorok ih?, katanya.

? Yeee? suka- suka dong?, kataku. Saya mengocok lama- lama sembari memandang adikku itu.? Kalian boleh koq sentuh?

? Tidak ah..?, katanya.

? SENTUH!!?, saya sedikit membentak.

Adikku entah gimana dia seketika otomatis memegang penisku.

? Nah, gitu??, kataku. Sensasinya mulai saya rasakan.? Saat ini kocok dong!!?

? Udah ya kak, jangan deh?, katanya.

? Kocok!?, kataku.

Dia bagi. Bisa jadi perbandingan sikapku yang tadi membuat dia sedikit kaget. Saya ketahui jantungnya berdegup kencang. Dia mengocoknya terus, tidak beraturan. Tetapi itu saja telah membuatku nikmat. Saya kemudian merangkulnya serta menciumnya, sambil dia masih mengocok. Dia kaget serta berupaya membebaskan diri, tetapi saya lebih kuasa. Adikku yang SMP itu saat ini first kis denganku.

Lidahku menari- nari di dalam mulutnya, dia nampak kewalahan, apalagi saya sigap kaosnya serta kuremas dadanya yang montok itu. Kemudian saya menyusu kepada adikku itu, saya lucuti pakaiannya, dia meronta,? Kak? jangan??

Terlambat telah, saya telah menduduki perutnya, dia tidak dapat ke mana- mana. Saya lucuti pakaianku, saat ini kami telanjang. Saya julurkan penisku ke mulutnya.

? Mari isep!?, kataku.

? Tidak ah kak, koq jadi ini sih?, katanya.

? Isep!?, kataku.

Dia cuma nurut. Dia buka mulutnya serta saya jambak rambutnya. Kugerakkan kepalanya maju mundur. Nikmat sekali. Tidak butuh lambat- laun, saya sudahi game itu sebab saya mengincar vaginanya. Lekas, saya berputar di posisi 69. Saya menjilati miss- vnya. Miss V perawan memanglah beda. Saya rasanya cairan itu membasahi mulutku. Lidahku terus menari- nari di dalamnya. Sedangkan adikku mengulum penisku dengan suara?? Hmmmhh? hmmmh? hmmmh??

Cairan kewanitaan itu kian banyak. Serta Miss V itu basah sekali. Saya telah betul- betul puas. Kemudian saya berputar. Serta saya siap buat menusukkan penisku yang besar serta panjang ini ke Miss V Arin yang kecil. Mulanya kepalanya yang masuk, susah sekali. Kemudian saya dorong lama- lama, saya tarik lagi, saya dorong lagi, vaginanya berkedut- kedut meremas- remas punyaku. Punyaku serasa mau ia hirup.

? Kaakk?. sakit kaak? jangan perkosa Arin?, katanya memohon.

? Nanti pula lezat koq Rin?, kataku.

Serta saya juga mulai mendorongnya sekuat tenaga. Arin memiawik tertahan. Nafasnya memburu. Vaginanya berdenyut- denyut, dia menerima ransangan penisku, saya mulai bergoyang tertib. Sambil saya menindihnya saya menciumi bibirnya. Kakak adik ini saat ini telah bersatu. Tidak kusangka penisku dapat masuk penuh penuhi rongga Miss V adikku sendiri. Saat ini saya tidak kuasa mau keluar. Sementara itu pula baru 10 menit bergoyang. Serta saya juga tidak dapat menyia- nyiakan ini, saya memanglah mau keluar.

? Rin, kakak ingin menghamili kalian?. ahh? keluar riiinn? Akkkhh? aaahhkkk?, benar sekali. Spermaku muncrat dengan tenaga penuh. Adikku merangkulku. Karpet itu jadi saksi kalau keperawanan adikku saya renggut. Agak lama kami berpelukan serta berguling di karpet. Hingga setelah itu saya cabut punyaku. Serta memandang karpet itu bernoda.

Mani nampak sedikit keluar dari vaginanya, sebab sangat banyak yang keluar tadi. Malam itu saya membopong adikku ke kamarnya. Dia menangis. Pasti saja dia kaget dengan yang kulakukan barusan, apalagi dia kuperkosa.

? Maafkan kakak ya?, kataku.? Jika kau ingin marah, kakak terdapat di mari?

? Percuma Arin marah, kakak telah memerawaniku?, katanya.? Kakak wajib janji, tidak hanya bunda serta Arin, kakak tidak boleh dengan perempuan lain!!?

? Baiklah kakak berjanji?, kataku.

? Mulai saat ini, Arin mau jadi istri kakak?, katanya.

Sehabis itu, saya berterus cerah kepada ibuku tentang peristiwa tadi malam. Ibuku tidak marah. Dia paham keadaanku yang kecanduan sex. Boleh dibilang, ikatan incest ini tidak terdapat orang yang ketahui. Apalagi kala ibuku melahirkan anak hasil ikatan kami, demikian pula Arin. Entahla ini namanya apa. Tetapi kami berjanji hendak melindungi kanak- kanak kami hingga dia berusia nanti. Serta yang tentu. Hari- hariku melaksanakan sex dengan mereka berdua tidak hendak sempat usai. Serta anehnya tiap dikala saya mau sekali melaksanakannya dengan mereka. Ibuku yang suka serta mahir blow job, ditambah Arin yang vaginanya kecil membuatku mau tiap hari menggaulinya. Kau ketahui jika kamu menyangka cerita ini bualan, kamu salah. saya betul- betul melaksanakannya dengan bunda serta adikku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Corgi