HOT69SEKS.COM - Aku merupakan seseorang laki laki biasa yang baru saja ditinggalkan oleh istri aku, sebab terdapat permasalahan yang tiap- tiap tidak ingin mengalah. Kesimpulannya ia memilah berangkat dari aku. Serta sebab kepergiannya, saat ini flat yang umumnya kami tempati itu jadi memiliki 2 kamar kosong.
Di tempat kerja, sayapun telah tidak banyak bercanda semacam umumnya. Serta itu yang membuat salah satu perempuan sahabat kerja aku merasa simpati pada aku. Sehingga sehabis berakhir jam kerja, kami kembali bareng. Sepanjang di dalam tram aku banyak menanggapi pertanyaannya tentang kepergian istri aku. Sehingga kami tidak banyak menyimpan atensi pada macetnya kota Melbourne pada jam- jam berakhir kerja semacam ini.
Tanpa terasa kami telah terletak di dalam tempat tinggal aku, sehabis aku persilakan ia buat mengambil apa yang ia ingin di kulkas, aku langsung ke kamar mandi buat menumpahkan air berkemih yang semenjak dari tadi telah di ujung kemaluanku.
Sekembalinya aku keruang tamu, sahabat aku telah duduk sembari baca baca majalah dengan satu kaleng Coca- Cola. Sayapun duduk di sampingnya. Tetapi tidak sangat rapat. Aku hidupkan Televisi kebetulan kegiatan kabar nasional negeri ini.
Kamipun menceritakan panjang lebar tentang sahabat aku itu, semacam telah berapa lama ia sudah meninggalkan Hongkong tempat asalnya. Tetapi tiap kali ia menanggapi pertanyaanku ia senantiasa tersenyum sembari matanya memandang ke arah selangkanganku. Saya langsung melirik selangkanganku, warnanya saya kurang ingat men- zip- nya. Langsung kutarik zip- nya, sembari bercanda padanya.
? Maklumlah Nov, soalnya udah lama sarangnya berangkat!?, Kataku pada Novi.
? Memangnya telah berapa lama burungmu tidak masuk kandang??, Novi membalas candaku sembari meneguk Coca Cola dengan sedikit senyum di bibirnya.
? Kira kira 5 minggulah, emangnya mengapa nanya nanya??, Saya meneruskan sembari berupaya memperbaiki posisi dudukku.
? Akh, saya tidak yakin. Mana terdapat sich laki laki yang telah sempat begituan hendak tahan sepanjang itu buat tidak melaksanakannya??, Bantahnya sembari senyum.
? Memanglah sich, saya tidak tahan. Jadi sepanjang ini saya gunakan tangan aja?, Jawabku.
Sembari tertawa lebar, Novi menghampiriku. Serta Novi duduk di sebelahku, rapat sekali.? Butuh dibantu??, Tanyanya sembari tangan kanannya meraba- raba penisku.
Novi memanglah wanita Hongkong yang mempesona, diusianya yang 2 puluhan ia sangat menarik tiap mata pria yang memandangnya. Sebab dengan buah dada serta bongkahan pantatnya yang lebih besar dari dimensi rata- rata orang tempat asalnya. Saya jadi berani, kurangkul pundaknya sembari kulumat bibir yang berlipstick merah muda mempesona itu.
Novipun membalas dengan nafasnya yang terus menjadi membuatku buat mempererat rangkulanku. Saya merasa sedikit sakit pada penisku yang telah sangat keras sebab rabaan Novi. Dengan tidak tabah kulepas rangkulanku dari pundak Novi serta dengan kedua tanganku kubuka celanaku sembari senantiasa duduk. Agak sulit memanglah. Tetapi sukses pula.
Kudengar Novi mendesah bertepatan dengan tangannya yang menggenggam langsung penisku yang cuma pas- pasan dengan bundaran tangannya itu. Kamipun kembali berpagutan, cuma kali ini tangan kiriku sudah meremas- remas buah dadanya yang kenyal serta terus menjadi kenyal itu. Sebaliknya tangan kananku membelai- belai tengkuknya. Novi terus menjadi memperdengarkan desahnya.
? Ed, kita ke kamarmu saja.., mari Ed, saya telah tidak tahan nich??, Novi meminta mesra. Saya juga berdiri, tetapi kala saya mau membuka pakaianku, saya tersentak kaget sebab Novi telah menarik penisku sembari menanyakan di mana kamarku.? Pelan pelan Nov, sakit nich!?, protesku atas tangan Novi yang menggenggam penisku dengan sangat ketat itu.
Saya berjalan sembari membuka bajuku ke arah kamarku yang sudah kutunjukan pada Novi.( Sesungguhnya saya tidak ingin memakai kamar dimana saya serta istriku tidur saat sebelum istriku itu berangkat. Tetapi gimana lagi. Telah nafsu sekali dikala itu).
Sesampai di kamar Novi dengan tergesa membuka segala pakaiannya. BH- nya, CD- nya. Seluruh dibuka dengan tergesa. Kemudian Novi langsung menghampiriku yang telah lebih dahulu tiduran telentang di atas kasur sembari mengocok lama- lama penisku supaya terus menjadi tegang, sembari memandang Novi membuka pakaiannya.
Novi tiduran miring di sebelahku, bibirnya mencari bibirku sebaliknya tangan kanannya mengambil alih tanganku buat mengocok- ngocok penisku. Saya mendesah. Novipun terus menjadi beringas menciumi segala wajahku. Telingakupun tidak lepas dari sapuan lidahnya. Saya merasakan nikmat bercampur geli yang tidak terkira.
Jilatan Novi terus menjadi turun ke arah leherku, dadaku serta kedua puting payudaraku pula dililitnya dengan lidah. Sembari tangannya terus menjadi kilat mengocok penisku yang sedikit terasa sakit sebab genggamannya sangat keras.
Jilatan Novi sudah terletak di atas pusarku, lidahnya dicoba buat masuk dalam lubang pusarku, bisa kudengar desahnya. Walaupun desahku lebih besar darinya. Saat ini lidah Novi menyisir bulu- bulu penisku. Saya terus menjadi tidak tahan. Tetapi saya menunggu, sebab saya ketahui kemana tujuan sesungguhnya jilatan lidah Novi itu.
nyatanya saya salah, kukira Novi hendak melahap penisku. Nyatanya Novi malah menjilat jilat kedua bijiku bergantian. Tangannya tidak lepas mengocok penisku. Sembari sesekali jari jempolnya menyapu ujung penisku yang sudah basah sebab air nikmatku sudah membasahi bibir ujung kemaluanku. Geli serta nikmat sekali waktu Novi melaksanakan itu. Saya tersentak karenanya.
Sebab waktu Novi melaksanakan itu tubuhnya agak nungging di sampingku, hingga kucoba mencapai bongkahan pantatnya. Kuusap- usap, Novi mendesah nikmat warnanya. Jariku tidak ingin menyudahi hingga disana, jariku mencari- cari lubang kemaluannya. Sehabis jariku menciptakannya nyatanya telah basah sekali. Seluruh itu membuat jariku terus menjadi gampang buat mencari lubangnya.
Kusapu lubangnya dengan jariku sembari sekali- kali kumasukan jari telunjukku ke dalam lubangnya. Novi mendesah hebat sembari melepas jilatan lidahnya dari kedua bijiku. Kuraih pantat Novi supaya pas terletak di atas wajahku. Saat ini kedua tanganku beraksi atas bagian balik badan Novi.
Jari telunjuk tanganku yang kanan kumasukan ke dalam lubang Miss V Novi sembari memaju mundurkan. Sebaliknya jari telunjuk tangan kiriku menyikat sikat clitorisnya. Bisa kulihat dari dasar selangkangannya, Novi membuka mulutnya lebar tanpa bersuara merasakan nikmat.
Kala niatku hendak memakai lidahku buat menjilat vaginanya, saya merasakan nikmat serta sedikit ngilu yang tidak terkira. Warnanya Novi sudah melahap bagian kepala penisku. Lidahnya melilit- lilit di atas permukaan kepala penisku.
Akupun mau menandinginya dengan mejilat- jilat permukaan lubang Miss V Novi. Sembari sekali- kali kucoba buat memasukan lidahku kedalam vaginanya. Agak asin memanglah, tetapi yang lebih terasa merupakan nikmatnya. Terus menjadi nikmat lagi dikala kudengar Novi meringik sebab jilatan lidahku.
Novi sudah memasukan penisku setengahnya dalam mulutnya sebentar sebentar diangkat kepalanya, setelah itu diturunkan lagi. Yang membuat saya merasa nikmat merupakan dikala Novi merendahkan mukanya buat melahap penisku, sebab Novi sudah mengecilkan bundaran mulutnya.
Sehingga cuma cocok sedikit ketat kala bibirnya menelusuri penisku dari atas ke dasar. Oh nikmat sekali. Saya nyaris saja muncrat jika saya tidak lekas memohon Novi membalikan tubuhnya sampai mukanya berhadapan denganku. Saya membalas senyumnya yang keletihan menahan nikmat yang baru saja kami natural.
Kucium lagi mulutnya yang sangat becek oleh air liurnya. Kemudian kubalikan Novi supaya terletak dibawahku. Kulebarkan selangkangannya kugenggam penisku dengan tangan kananku, kemudian kugosok- gosok kepala penisku pada permukaan kemaluannya.
? Oh.., Ed.., terus Ed.., aahh.., nikmat sekali.., sshh?, erang Novi. Akupun memesatkan gesekannya, Novi menggeleng gelengkan kepalanya.
Kemudian dengan datang datang kutancapkan penisku ke dalam vaginanya yang telah banjir itu dengan satu hentakan keras, masuklah 3/ 4 nya penisku dengan bebas. Bertepatan dengan itu Novi berteriak sembari tubuhnya sebatas bahu terangkat semacam hendak berdiri matanya membelalak mengalami tikamanku yang seketika itu.
? oohh Edwiinn.., enaak.., terus.., Ed.., terus.., lebih kilat Ed.., mari Ed.., terus.., aahh?, erang Novi sembari menghempaskan kembali bahunya ke kasur.
Kedua tangan Novi membelai wajahku sembari menggigit bibirnya yang dasar matanyapun membuktikan kalau dikala ini Novi lagi merasakan nikmat persetubuhan yang tiada tara. Akupun terus menjadi kilat memaju- mundurkan penisku. Nikmat yang kurasakan tiada bandingnya. Miss V Novi masih boleh dibilang kecil.
? Lezat Nov??, tanyaku padanya sembari memaju- mundurkan penisku. Novi tidak menanggapi, cuma desahannya saja yang terus menjadi jelas terdengar.
? Lezat tidak Nov??, tanyaku lagi. Novi menanggapi dengan anggukan kecil sembari menggigit kembali bibir bawahnya.
? Jawab dong Nov, nikmat tidak??, paksaku meski ini merupakan persoalan bodoh.
? Luar biasa Ed.., sshh.., saya nyaris keluar nich oohh?, katanya terputus putus.
? Saya masukin seluruhnya yach Nov??, tanyaku padanya yang lagi melayang.
? sshh.., em.., emangnya belum seluruhnya dimasukin??, Novi balik bertanya heran sembari menatapku dengan sayu.
? Belum!?, Jawabku pendek sembari terus maju mundur.
Tangannyapun bergerak ke dasar buat membenarkan belum seluruh penisku masuk ke dalam lubang vaginanya. Kala tangannya sukses memegang sisa penisku yang masih di luar, saya merasa tambah nikmat.
? Oohh.., Ed masukin Ed.., masukin seluruhnya Ed.., aahh?, pintanya sembari menarik pinggangku dengan kedua tangannya serta matanyapun terpejam menantikan.
Kucoba menahan tarikan tangan Novi pada pinggangku, supaya masuknya sisa penisku tidak sangat kilat. Saya mau membagikan kenikmatan persetubuhan tidak terlupakan padanya. Benar saja, kala sedikit demi sedikit sisa penisku masuk, Novi mendesis semacam ular yang berhadapan dengan musuhnya.? Sshh.. sshh?, sembari matanya terpejam ketat sekali menahan nikmat telusuran penisku ke dalam vaginanya.
Kedua tangannyapun menjambak- jambak rambutnya sendiri. Tanpa diprediksi kucabut penisku, cuma tinggal kepalanya saja yang masih tenggelam. Novi semacam mau keluhan, tetapi terlambat. Sebab saya sudah menekannya lagi dengan sekali tancap masuklah seluruh penisku.
? Edwiinn!?, teriak Novi keras sekali sembari tangannya memukul- mukul tempat tidur.
Saya terus menjadi percepat gerakanku, meski saya telah merasa sedikit letih dengan pinggangku yang semenjak tadi maju mundur terus.
? Terus Ed.., oohh.., terus.., teruss.., oohh.., oohh.., aahh?.
Novi mengerang bertepatan dengan tercapainya Novi pada puncaknya, sembari tangannya meremas- remas sprei tempat tidur di kanan serta kirinya, tubuhnya tersentak- sentak cuma putih yang kulihat di matanya. Tetapi saya masih terus memacu buat menyusulnya, kian kilat, kian kilat lagi nafasku memburu. Bunyi nikmat terdengar dari dalam Miss V Novi sebab air nikmatnya itu.
? Oh Nov.., oohh.., aahh..?, kilat kucabut penisku supaya tidak muncrat di dalam, kugenggam penisku, kuarahkan penisku ke perut Novi, di sanalah air nikmatku mendarat.
Novi kilat bangkit serta mendorongku supaya telentang, setelah itu Novi melahap setengah penisku ke dalam mulutnya. Lidahnya menjilat- jilat mulut kecil di ujung penisku. Saya merasa ngilu sekali serta tangan Novi yang mengocok- ngocok penisku semacam hendak membenarkan supaya keluar seluruh air nikmatku.
? Telah Nov.., telah.., ngilu nich.., uuhh.., telah?, pintaku padanya. Tetapi Novi masih saja memaju- mundurkan mulutnya terhadap penisku yang terus menjadi ngilu sekali. Sehabis percaya tidak terdapat lagi air nikmat yang hendak keluar dari penisku Novipun merebahkan kepalanya di atas perutku sembari memandangku dengan penuh kepuasan.
Setelah itu kondisi membisu, cuma detak jam bilik yang menegaskan hendak kenikmatan persetubuhan yang baru saja kami natural. Kami memanglah berupaya buat mengingat kembali persetubuhan yang pernah bawa kami ke awang- awang.
? Nov, telah jam 8 nich. Kalian tidak kembali??, tanyaku membongkar kesunyian. Novi seolah tidak mendengar ucapanku. Setelah itu dengan lembut kuangkat kepalanya serta keletakan di atas kasur. Akupun coba bangkit, tetapi saat sebelum saya turun dari tempat tidur kurasakan tangan Novi memegang perutku.
? Ingin kemana Ed??, tanyanya sembari melepas nafar panjang.
? Ingin mandi dahulu nich, lengket seluruh rasanya badanku?, Jawabku sembari menoleh ke arahnya.
? Tunggu dikit lagi, kita mandi bersama? Novi meminta sembari melingkarkan kedua tangannya di pinggangku.
Kemudian kamipun berangkat ke kamar mandi serta mandi berdua dan mengulanginya game seks yang pernah terputus tadi di kamar. Sehabis merasa puas melaksanakan persetubuhan, kamipun rehat sembari berpelukan sampai besok pagi. Semenjak peristiwa itui aku serta Novi terus menjadi akrab serta senantiasa mengulangi persetubuhan yang sudah kami jalani. Hingga kesimpulannya istrikupun kembali kembali ke apartemenku, tetapi itu tidak membuatku kurang ingat hendak persetubuhan dengan Novi.
Kami kerap melaksanakan persetubuhan di apartemenku tatkala istriku tidak terdapat ataupun di kantor, hotel dan apartemen Novi apabila istriku lagi di rumah.
Sabtu, 11 Januari 2020
Selingkuhan Yang Tak Lain Adalah Teman Kantorku
Tags
# FREE SEX
About Yunita Puspita
FREE SEX
Label:
FREE SEX
Langganan:
Posting Komentar (Atom)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar